Pulau Tabuhan di Selat Bali, Surganya Para Penyelam

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Senin, 21 Januari 2019 - 06:12

JATIMNET.COM, Surabaya – Pulau Tabuhan di Selat Bali sisi utara, dikenal sebagai surganya para penyelam. Gugusan karang yang indah di bawah laut menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tak jarang, pengunjung bermalam di pulau ini untuk menyambut matahari terbit keesokannya.

Pulau Tabuhan awalnya merupakan bukit karang di dalam air yang muncul ke permukaan laut. Kemudian ombak secara alami membawa material karang kecil dan pasir berkumpul di sekitarnya hingga menyebabkan terbentuknya daratan.

Untuk menuju ke pulau ini, bisa meneyberang dengan perahu motor yang membutuhkan waktu 15 menit dari Pantai Grand Watudodol (GWD), Bangsring Underwater dan Bengkak di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Akses menuju ketiga pantai itu melewati jalan utama yang melewati Pelabuhan Ketapang, dan bisa ditempuh selama 15 menit dari pusat Kota Banyuwangi. Akses ke sana juga bisa dengan naik bus dari Surabaya melalui Situbondo atau jalur pantai utara yang juga melewati 3 pantai tersebut. "Kalau pas ramai di hari libur kita bisa 40 kali pulang pergi mengantarkan wisatawan ke Pulau Tabuhan," kata Sukirno, Ketua Kelompok Pengelola Bangsring Underwater, Minggu 20 Januari 2019.

BACA JUGA: Menikmati Aneka Dan Cita Rasa Durian Di Banyuwangi

Saat mendekati pulau, air laut berwarna toska membuat terlihat mengelilingi pasir putihnya yang bersih. Di tengah pulau seluas 5 hektare itu tumbuh pohon dan semak hijau tempat burung Maleo hinggap beristirahat ketika musim migrasi.

Setelah perahu ditambatkan, wisatawan bisa turun dengan tangga atau langsung melompat ke pasir basah. Pulau kecil yang memiliki reruntuhan tembok yang dibangun di masa penjajahan Belanda itu betul-betul patut dijelajahi dengan jalan kaki.

Memandang ke utara, wisatawan bisa menyaksikan Gunung Baluran dan di sisi selatan merupakan tepian Pulau Bali bagian barat. Ke barat mereka akan melihat Banyuwangi tempat perahu yang mengantarkan berasal, sekaligus posisi matahari akan terbenam.

Pemandu wisata yang mendampingi memiliki lisensi snorkeling dan siap membawa pengunjung ke sisi laut yang memiliki gugusan karang indah. Tak jarang pengunjung mengaku menyaksikan ikan Nemo yang berlindung di antara sulur-sulur Anemon yang bergoyang-goyang terbawa arus.

Ketut Tompel, trainer di Bali Kite Surfing School mengatakan angin, Tabuhan dalam kondisi normal memiliki kecepatan 22 hingga 25 knot. Kecepatan itu dinilainya sangat ideal, batas kecepatan angin yang bagus untuk kite surfing 11 hingga 27 knot.

"Angin dengan kecepatan 27 knot masih bisa asalkan stabil, tidak berubah-ubah," katanya beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Banyuwangi Libatkan Agen Wisata Dan Media Malaysia

Untuk mencapai Pulau Tabuhan masing-masing wisatawan harus merogoh kocek sekitar Rp 150 ribu per orang. Ongkos menyeberang dengan perahu Rp 500 ribu untuk maksimal 10 orang, yang berarti masing-masing bayar Rp 50 ribu. Lainnya untuk beli jasa pemandu snorkeling dan sewa peralatannya.

Berkemah di Pulau Tabuhan juga memungkinkan, asal membawa perbekalan dan perlengkapan yang mencukupi. Pasalnya tidak ada mata air tawar yang bisa diminum saat haus atau warung yang bisa menyediakan makan dan minum selama 24 jam.

Pemilik perahu bersedia menjemput keesokan harinya sesuai permintaan dengan penambahan ongkos tumpangan. Berkemah di Tabuhan membuat wisatawan bisa menikmati sunset sekaligus  sunrise di tempat yang sama, hingga leluasa menyaksikan taburan bintang di langit malam, asalkan cuaca mendukung.

Baca Juga

loading...