Presiden Jokowi Luncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia

David Priyasidharta

Selasa, 14 Mei 2019 - 23:27

JATIMNET.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di bilangan Jalan Taman Suropati, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

Launching Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Dewan Komisioner LPS, Ketua Umum MUI, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama para menteri kabinet kerja dan mitra kerja Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Presiden Jokowi yang juga menjabat sebagai Ketua KNKS saat menyatakan Indonesia berpeluang menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke empat atau kelima dunia. Tantangan menuju ekonomi maju ke depan kata Jokowi di antaranya infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, reformasi birokrasi dan struktural.

BACA JUGA: OJK Nilai Porsi Dana Kelolaan Reksadana Syariah Masih Rendah

"Kunci utama mencapai cita cita tersebut adalah pada ekonomi syariah yang juga menjadi motor ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan umat," kata Jokowi.

Ia percaya semua pihak berkomitmen menjalankan Masterplan Ekonomi Syariah demi mewujudkan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia.

Rangkaian acara diawali dengan laporan Penyusunan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dilanjutkan dengan penyerahan buku Masterplan Ekonomi Syariah kepada seluruh Direksi KNKS.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang juga Sekretaris Dewan Pengarah KNKS mengatakan peluncuran MEKSI akan menjawab tantangan sekaligus menyusun peta jalan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA: Prudential Sasar Potensi Asuransi Syariah yang Belum Tergarap

Ia menuturkan pengembangan ekonomi syariah harus melibatkan berbagai sektor lainnya sebagai suatu integrasi sistem ekonomi berlandaskan syariah.

Hal ini bertujuan agar pertumbuhan yang berlangsung pada sektor keuangan syariah memiliki dampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan di sektor riil, yang secara fundamental menjadi fokus utama dalam sistem ekonomi Islam.

Bambang berharap MEKSI 2019-2024 ini dapat dijadikan rujukan bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah Indonesia, yang kemudian dapat diturunkan menjadi program kerja implementatif pemerintah.

Baca Juga

loading...