Praktik Ilegal, Komisi Eropa Denda Nike Rp 200 Miliar

Nani Mashita

Rabu, 27 Maret 2019 - 06:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Komisi Eropa mendenda pembuat pakaian olahraga AS, Nike sebesar USD 14,14 juta atau sekitar Rp 200 miliar. Alasannya, Nike telah menjalankan praktik ilegal dengan memblokir penjualan lintas batas merchandise dari beberapa klub terkenal Eropa.

Praktik ilegal ini dijalankan oleh Nike selama periode 2004 hingga 2017 untuk merchandise resmi dari klub FC Barcelona, ​​Manchester United, Juventus, Inter Milan, AS Roma, dan federasi sepak bola Prancis, dilansir dari reuters.com, Selasa 26 Maret 2019.

Kasus Uni Eropa berfokus pada peran Nike sebagai pemberi lisensi untuk membuat dan mendistribusikan barang dagangan berlisensi yang menampilkan merek klub sepak bola dan bukan merek dagangnya sendiri.

Komisi Eropa sudah menyelidiki kasus ini selama hampir dua tahun, yang dipicu oleh penyelidikan sektor ke dalam bisnis e-commerce di 28 negara. UE menegaskan ingin mendorong perdagangan online dan pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Nike Diprotes Soal Desain Sol Sepatu Air Max 270

Komisaris Persaingan Eropa Margrethe Vestager mengatakan tindakan Nike membuat penggemar sepak bola di negara lain kehilangan kesempatan untuk membeli merchandise klub favorit seperti mug, tas, seprai, alat tulis, dan mainan. Bahkan praktik ilegal Nike membuat merchandise klub sepakbola jauh lebih mahal bagi konsumen.

"Nike mencegah banyak pemegang lisensinya dari menjual produk-produk bermerek ini di negara lain yang menyebabkan lebih sedikit pilihan dan harga yang lebih tinggi bagi konsumen," katanya dalam sebuah pernyataan.

Praktik Nike termasuk klausul dalam kontrak yang melarang penjualan di luar wilayah oleh pemegang lisensi dan ancaman untuk mengakhiri perjanjian jika pemegang lisensi mengabaikan klausul tersebut. Denda dipotong sebesar 40 persen setelah bekerja sama dengan penegak Uni Eropa.

Denda ini turun di tengah gejolak internal Nike. Beberapa eksekutif Nike dipaksa keluar di tengah keluhan tentang budaya boys club. Karyawan perempuan telah menyebarkan survei informal yang juga menimbulkan kekhawatiran tentang gender dan membayar perbedaan dalam perusahaan.

BACA JUGA: Google Didenda USD 1,69 Miliar

Nike menjadi perusahaan AS terbaru yang didenda oleh Komisi Eropa, setelah sebelumnya Google didenda USD 1,69 miliar karena menerapkan praktik ilegal dalam fungsi iklan dan pencarian. 

"Keputusan hari ini memastikan bahwa pengecer dan konsumen dapat mengambil keuntungan penuh dari salah satu manfaat utama Single Market yaitu kemampuan untuk berbelanja di seluruh Eropa untuk berbagai produk yang lebih besar dan untuk penawaran terbaik," kata Vestager kepada Washington Post.

Vestager juga mengatakan dilaporkan juga tengah bersiap melakukan investigasi awal ke Amazon, pemilik Washington Post.

Menurutnya, penyelidikan sudah masuk dalam kategori "cukup maju." Komisi sedang memeriksa apakah Amazon menggunakan data yang dikumpulkannya dari pedagang lain di situsnya untuk menghadang pesaing dan meningkatkan penjualannya sendiri.  Amazon sejauh ini telah kebal terhadap hukuman antimonopoli di Amerika Serikat

Baca Juga

loading...