Google Didenda USD 1,69 Miliar

Nani Mashita

Reporter

Nani Mashita

Kamis, 21 Maret 2019 - 12:19

JATIMNET.COM, Surabaya - Mesin pencari Google didenda USD 1,69 miliar oleh regulator anti-trust Uni Eropa atas persaingan tidak adil. Denda ini yang ketiga kalinya buat Google dalam dua tahun terakhir.

Google dan UE telah berselisih tentang monopoli Google atas pencarian melalui internet di Eropa sejak 2009, seperti dilansir dari http://www.afp.com, Rabu 20 Maret 2019. Yang menjadi pengadu adalah Microsoft, yang pada akhirnya menarik diri dari gugatan tersebut.

Adapun gugatan yang belum tuntas disidangkan adalah terkait layanan iklan AdSense. Komisi anti-trust UE menjelaskan denda ini terkait layanan iklan AdSense yang secara ilegal membatasi situs web klien untuk menampilkan iklan dari saingan Google.

"Hari ini komisi telah mendenda Google 1,49 miliar euro (USD 1,69 miliar) karena penyalahgunaan ilegal posisi dominannya di pasar untuk perantara iklan pencarian online," kata Komisaris Persaingan Uni Eropa Margrethe Vestager.

BACA JUGA: Google Luncurkan Layanan Streaming Stadia

Ia mengatakan pelanggaran tersebut berlangsung lebih dari 10 tahun dengan menghalangi perusahaan lain terhadap kemungkinan untuk bersaing memberikan manfaat kepada konsumen. Ia menyatakan denda itu sangat kecil dibandingkan omset tahunan Google.

Ini artinya Google telah 'mengoleksi' denda dari UE sebanyak tiga kali dengan total jumlah 8,2 miliar euro. Pada Juli 2018, Google diperintahkan untuk membayar 4,34 miliar euro karena menyalahgunakan posisi dominan Android, sistem operasi ponsel cerdasnya.

Setahun sebelumnya ia mengganjar Google dengan denda 2,42 miliar euro karena menyalahgunakan posisi dominannya dengan memilih layanan perbandingan harga "Google Shopping" dalam hasil pencarian.

BACA JUGA: Bocoran Fitur Android Q, OS Terbaru Google Setelah Pie

Google telah mengajukan banding atas kedua keputusan tersebut ke Pengadilan Eropa di Luksemburg.

Menanggapi putusan terakhir ini, kepala urusan publik Google Kent Walker mengatakan perusahaan telah telah membuat berbagai perubahan pada produknya untuk mengatasi masalah Komisi.

"Selama beberapa bulan ke depan, kami akan membuat pembaruan lebih lanjut untuk memberikan lebih banyak visibilitas ke saingan di Eropa," katanya.

Google pada hari Selasa meluncurkan serangkaian tweak untuk hasil mesin pencari Eropa yang akan memungkinkan saingan tertentu posisi yang lebih menonjol di halaman hasil. Perubahan akan berlaku untuk agregator belanja, serta situs saran wisata dan perjalanan seperti Trip Advisor dan Yelp.

Baca Juga

loading...