Prabowo-Sandi Unggul Madura dan Tapal Kuda, Menyerah di Mataraman

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 13 April 2019 - 07:45

JATIMNET.COM, Surabaya - Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jawa Timur Prabowo-Sandi optimis elektabilitas calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) 02 bakal unggul di akhir kampanye. Mereka mengklaim berdasarkan hasil survei internal menunjukkan elektabilitasnya telah berhasil menyalip lawannya.

"Survei internal kami untuk Jatim sudah bisa nyalip elektabilitas suara 01 (Joko Widodo-Ma'ruf Amin). Tadipun (kampanye akbar) juga disampaikan oleh Pak Prabowo bahwa survei yang memang tidak kami publish, angkanya berapa kami belum mendapat informasi," ujar Anwar Sadad, Ketua Harian BPP Jawa Timur Prabowo-Sandi ditemui di Gedung Dyandra, Jumat 12 April 2019.

Politisi Partai Gerindra itu menyebut ada pergeseran suara yang diperoleh Prabowo-Sandi. Capres dan Cawapres ini tidak lagi hanya unggul di Madura seperti Pemilu 2014, melainkan juga di beberapa wilayah kawasan kultural lain.

BACA JUGA: Prabowo Umumkan Nama Para Pembantunya

Di wilayah Tapal Kuda misalnya, seperti meliputi Pasuruan, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember itu disebut penerimaan terhadap Prabowo-Sandi tinggi. Animo dan sambutan masyarakat saat keduanya berkunjung terlihat begitu tinggi dan semarak.

Ia menilai bergesernya suara di wilayah Tapal Kuda sebagai perubahan sikap politik nahdliyin, sebutan pengikut Nahdlatul Ulama (NU). "Kita tahu bahwa NU secara struktural mayoritas ke kubu sana. Tetapi NU kultural belum tentu sama dengan strukturalnya," ungkapnya.

Tapal Kuda memang memiliki karakteristik NU yang kuat. Secara akar rumput pemilih di kalangan nahdliyin diperhitungkan siapapun yang ingin memperoleh suara di wilayah itu. Pengaruh kiai-kiai NU harus jadi perhitungkan tersendiri.

"Tokoh-tokoh pesantren, dan kiai banyak yang beri dukungan ke kami. Saya kira ini dengan mudah saya simpulkan sebenarnya memang NU sebagai suatu organisasi tidak didesain sebagai organisasi politik. Warga NU cerdas mengambil pilihan politik," urainya.

BACA JUGA: Ada Dahlan Iskan dan Gatot Nurmantyo di Kampanye Prabowo

Bergesernya suara nahdliyin yang diklaim BPP Jawa Timur tidak hanya terjadi di Tapal Kuda saja. Bergesernya suara ke pasangan Prabowo-Sandi juga terjadi di wilayah Arek yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, dan Malang Raya.

Mengalirnya pilihan nahdliyin ditambah masyarakat yang memiliki cara berpikir lebih terbuka makin menguatkan suara 02 di kawasan Arek. "Saya optimis menang di kawasan Arek karena kultur masyarakat terbuka dan kritis," tuturnya.

Dalam beberapa kampanye yang dilakukan baik oleh Prabowo maupun Sandi di wilayah Arek menunjukkan kecenderungan yang sama dengan Tapal Kuda.

Publik, kata Sadad, menyambut dengan antusias pasangan 02 ini. Artinya, angka partisipasinya cukup bagus. Para pemilih tergerak bukan karena dimobilisasi, melainkan datang secara sukarela.

BACA JUGA: Dituding Tidak Inklusif, Begini Jawaban Prabowo

"Tinggal Mataraman, kami terus terang belum terlalu optimis untuk bisa membalik keadaan. Tapi progresnya lumayan," kata Sadad.

Menurut politisi yang juga anggota DPRD Jatim ini, wilayah Mataraman yang mewakili bagian Barat Jawa Timur sebagian daerah sudah berhasil dikuasai. Ia mengatakan Pacitan, dan Trenggalek pergerakan elektabilitas Prabowo-Sandi menggembirakan. Sementara Madiun, masih menunjukkan imbang.

"Ngawi dan sekitarnya yang kami lihat masih kalah telak. Kalau beberapa daerah lain ada yang imbang," tandasnya.

Baca Juga

loading...