Dituding Tidak Inklusif, Begini Jawaban Prabowo

Baehaqi Almutoif

Jumat, 12 April 2019 - 17:46

JATIMNET.COM, Surabaya - Calon Presiden Prabowo Subianto membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut dirinya tidak inklusif. Bantahan itu ia sampaikan di sela pidato kebangsaan pada kampanye akbar di Gedung Dyandra Surabaya, Jumat 12 April 2019

Dalam pidato kebangsaan "Indonesia Menang", Prabowo menegaskan dirinya akan membangun Indonesia dengan Pancasila. "Ada yang menuduh saya dan tim adalah tidak inklusif, mau bangun pemerintahan selain pancasila dan bangun khilafah," ujar Prabowo di Gedung Dyandra Surabaya, Jumat 12 April 2019.

Ia menyampaikan bahwa tuduhan itu tidak tepat. Calon Presiden 02 ini mengatakan banyak tokoh agama lain yang memberikan dukungan kepadanya dan bukan hanya tokoh Agama Islam.

BACA JUGA: Koalisi 02 Retak, SBY Sebut Kampanye Prabowo Tak Inklusif 

Bahkan beberapa hari terakhir lalu, Prabowo menyebut telah menerima 300 pendeta Agama Protestan. "Tim saya juga banyak yang Katolik, Budha dan Hindu," ungkapnya.

Prabowo menegaskan di Pilpres 2019 ini, dirinya bersama Sandiaga Uno diusung koalisi Adil Makmur yang didukung PAN, PKS, Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Berkarya.

Selain itu, termasuk juga dukungan dari ijtima' ulama. "Kami juga mendapat dukungan dari kiai besar serta para habaib," kata Prabowo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan pandangannya perihal kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu 7 April 2019.

"Menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," ujar SBY dalam surat yang ditujukan kepada tiga petinggi Partai Demokrat tersebut.

BACA JUGA: Prabowo Anggap Hantu TPS Bisa Hilangkan Surat Suara

SBY melayangkan surat itu kepada pengurus teras partai seperti Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Syarief Hassan, dan Sekjen Hinca Panjaitan. Ia menegaskan partainya dalam setiap perjuangan tetap berpatokan pada kepentingan bangsa dan rasionalitas.

Karenanya SBY sangat tidak setuju dengan konsep kampanye yang hanya mengakomodir golongan tertentu. SBY berharap kampanye bisa mencerminkan ke-Indonesiaan. Bukan justru menonjolkan supremasi golongan tertentu.

Sebab, Indonesia dibangun atas beragam suku, bangsa, serta agama. Karenanya, dia menolak jika kampanye menonjolkan eksklusivitas golongan tertentu.

Baca Juga

loading...