Selasa, 13 June 2023 09:00 UTC

Caption: polisi saat melakukan razia knalpot brong di sekolah. Foto/Sarep
JATIMNET.COM, Jombang - Guna menekan angka kecelakaan di tingkat pelajar, Satlantas Polres Jombang menggelar razia kendaraan pelajar yang menggunakan knalpot bising atau brong di sekolah.
Polisi langsung menyisir parkiran sekolah SMK Dwija Bhakti Jombang, memeriksa satu per satu motor milik para pelajar yang menggunakan knalpot brong.
Hasilnya, dari penyisiran di sekolah SMK Dwija Bhakti belasan motor yang menggunakan knalpot brong diamankan petugas. Para pelajar dan motor yang menggunakan knalpot brong langsung dibawa ke kantor Satlantas Polres Jombang.
Selain itu petugas juga menilang pelajar yang kedapatan membawa motor dengan knalpot brong. “Kita juga panggil orang tua siswa dan mengganti dengan knalpot standar serta membuat surat pernyataan," kata Kasatlantas Polres Jombang, AKP Rudi Purwanto, Selasa 13 Juni 2023.
Razia ke sekolah-sekolah ini menurut Rudi sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas bagi pelajar. "Penggunaan knalpot brong juga kerap dikeluhkan masyarakat, karena suaranya yang keras," katanya.
Rudi berharap pihak sekolah turut serta mengawasi siswa-siswi yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah. "Kita akan terus gencarkan razia penggunaan knalpot brong di sekolah-sekolah. Agar para pelajar bisa tertib lalu lintas," pungkasnya.
Waka Kesiswaan SMK Dwija Bhakti Jombang, Miftahul Rifqi mengatakan usai polisi melakukan razia kendaraan knalpot brong di sekolah, kedepannya pihak sekolah akan memberikan edukasi terhadap siswa-siswi dan juga wali murid.
"Nanti akan kita buatkan pengumuman baik untuk siswa maupun wali murid agar mereka dapat memperhatikan keselamatan berkendara," ujarnya.
Dua pelajar saat mengganti knalpot brong di kendaraannya yang terkena razia dilakukan oleh anggota Satlantas Polres Jombang. Foto/Sarep
Terpisah, orang tua siswa, Ngatiami mendukung langkah polisi melakukan penertiban knalpot brong di sekolah. Warga Sumberagung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini mengungkapkan jika razia tersebut bisa menjadi efek jera terhadap pelajar dan bisa fokus menuntut ilmu.
"Sebagai orang tua juga sangat mengkhawatirkan keselamatan anak saat berkendara, baik di luar maupun saat diperjalanan pulang pergi sekolah. Selain itu juga menghindari pelajar membentuk kelompok-kelompok gang," pungkas Ngatiami.
Reporter: Sarep
