Selasa, 29 September 2026 07:00 UTC

Sejumlah perempuan sedang memanen tembaku di lahan Dusun Simokerto, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa, 29 September 2026. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Petani tembakau di Dusun Simokerto, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, justru menuai berkah saat musim kemarau melanda.
Harga tembakau kering cacah atau yang sudah dirajang kini mencapai Rp55 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar Rp20 ribu per kilogram.
“Tahun lalu harga anjlok karena curah hujan tinggi. Kualitas tembakau menurun karena proses pengeringannya tidak sempurna,” ujar Yanti, 50, salah seorang petani tembakau di Dusun Simokerto, Selasa, 29 September 2026.
Berbeda dengan tahun lalu, musim kemarau kali ini membuat petani lebih leluasa mengeringkan tembakau. Cuaca kering membantu menjaga kualitas tembakau sekaligus membuat proses pengeringan lebih maksimal.
Kondisi tersebut juga memungkinkan petani menjalankan siklus panen sekitar tiga bulan sekali. Namun, kemarau tetap menyisakan persoalan bagi petani, terutama ketersediaan air untuk penyiraman lahan.
Sumur bor yang dapat menunjang kebutuhan pengairan masih jarang ditemukan di wilayah tersebut. Petani harus menyesuaikan pengelolaan lahan dengan kondisi ketersediaan air.
Untuk pemasaran, sebagian besar pengepul yang mengambil tembakau dari wilayah Simongagrok berasal dari Kabupaten Lamongan. Hasil panen tersebut kemudian dipasarkan kepada konsumen atau pengolah tembakau.
Di tengah fluktuasi harga dan tantangan cuaca, petani berharap pemerintah tetap menjamin ketersediaan pupuk untuk menjaga produktivitas tanaman.
“Harapan petani di sini yang penting pupuk tersedia, itu sudah cukup. Kalau nanti sudah masuk musim hujan, kami kembali menanam padi. Rencananya awal November sudah mulai tanam padi,” pungkasnya.
Pola tersebut menjadi siklus pertanian yang dijalankan petani di Desa Simongagrok. Setelah tembakau dipanen, lahan kembali disiapkan untuk tanaman padi saat memasuki musim hujan.
