JATIMNET.COM, Surabaya – Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Jawa Timur Okky Tri Hutomo optimistis tahun ini penjualan komputer tumbuh 15-20 persen. Suburnya startup (perusahaan rintisan) mendorong peningkatan permintaan komputer.

“Karena startup tumbuh dengan bagus, konsumsi perangkat teknologi seperti komputer, laptop maupun penunjang lainnya. Semisal printier peningkatannya lumayan bagus sekitar 15-20 persen," ujar Okky, Kamis 7 Maret 2019.

Pelaku industri kreatif yang sedang berkembang atau startup masuk di klasifikasi sektor swasta sekitar 10 persen dari total konsumen. Menurut Okky memang tidak terlalu gede, namun mampu memberi pengaruh yang lumayan.

BACA JUGA: Startup di Indonesia Berawal dari Cocroach Sebelum Jadi Unicorn

Industri kreatif membutuhkan peralatan tekonologi yang terus mengikuti perkembangan zaman. Pelaku usaha di bidang ini selalu memperbaharui komponen penunjang kegiatan mereka.

“Sementara tren perangkat teknologi yang diminati sektor industri kreatif rata-rata laptop dengan spesifikasi kemampuan di multimedia, yang banyak dicari," bebernya.

Okky memprediksi, permintaan komputer atau laptop industri kreatif masih seputar yang dapat mengakomodir kebutuhan desain dan video. Mampu menunjang kinerja perangkat lunak versi terbaru dari dua kebutuhan tersebut. Mengingat sepanjang tahun selalu muncul perangkat lunak baru dengan spesifikasi yang lebih maju.

BACA JUGA: Startup Nations Summit di Surabaya Diikuti 170 Negara

Selain industri kreatif, menurut Okky, yang turut mendorong adalah pemerintahan. Sektor ini menyumbang 70 persen total komsumen. Pemerintahan, termasuk sekolah dan dinas di pemerintahan, melakukan peremajaan alat lebih cepat. Sehingga permintaan dari pemerintahan lebih sering dibandingkan dengan perorangan.

Hanya saja, sektor pemerintahan ini diperkirakan baru terjadi peningkatan pada semester kedua. Faktor pemilu dan tahun ajaran baru memberi dampak. Terutama sekolahan, biasanya pengadaan komputer dan printer baru untuk peremajaan dilakukan saat tahun ajaran baru.

“Saat ini kami masih wait and see (menunggu dan melihat) kondisinya. Menunggu pemilu selesai," tandasnya.