Sabtu, 12 September 2026 05:00 UTC

Ilustrasi: Tetap Aman di Luar. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Perlindungan UV perlu diperhatikan saat aktivitas outdoor menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan. Jalan santai, bersepeda, piknik, hingga olahraga membuat tubuh lebih lama terpapar sinar matahari.
Cuaca yang terasa tidak terlalu panas juga bukan ukuran tingkat radiasi ultraviolet. UV tidak dapat dilihat atau dirasakan secara langsung, sehingga kondisi nyaman bisa membuat seseorang lengah terhadap paparan matahari.
WHO menggunakan UV Index sebagai ukuran tingkat radiasi ultraviolet di permukaan bumi. Semakin tinggi angkanya, semakin besar potensi kerusakan pada kulit dan mata serta semakin singkat waktu yang diperlukan hingga dampak muncul.
Karena itu, menikmati aktivitas luar ruangan tetap bisa dilakukan. Kuncinya bukan menghindari matahari sepenuhnya, melainkan memahami kapan perlindungan tambahan mulai dibutuhkan.
Perlindungan UV Dimulai dari Angka 3
UV Index memiliki skala yang dimulai dari nol dan terus meningkat mengikuti kekuatan radiasi. WHO membagi angka tersebut menjadi beberapa tingkat untuk memudahkan masyarakat mengambil tindakan.
Indeks UV 0–2 termasuk tingkat rendah. Angka 3–5 masuk kategori moderat, 6–7 tinggi, 8–10 sangat tinggi, sedangkan indeks 11 atau lebih termasuk kategori ekstrem.
WHO merekomendasikan perlindungan matahari ketika UV Index mencapai 3 atau lebih. Pada tingkat tersebut, masyarakat sebaiknya mulai mencari tempat teduh serta menggunakan pakaian, topi, dan perlindungan kulit.
Informasi ini membuat keputusan beraktivitas menjadi lebih terukur. Sebelum berolahraga atau menghabiskan waktu lama di luar, mengecek indeks UV dapat menjadi kebiasaan seperti memeriksa prakiraan hujan.
Angka tersebut juga lebih berguna daripada sekadar menilai panas dari suhu udara. Hari yang terasa nyaman belum tentu memiliki tingkat UV yang rendah.
Tengah Hari Membutuhkan Perhatian Lebih
Kekuatan radiasi ultraviolet berubah sepanjang hari. Posisi matahari menjadi salah satu faktor penting karena semakin tinggi matahari berada di langit, semakin tinggi pula tingkat UV yang dapat terjadi.
WHO menjelaskan tingkat maksimum UV harian umumnya terjadi dalam periode sekitar empat jam di sekitar solar noon. Pada banyak lokasi, solar noon berlangsung antara tengah hari hingga sekitar pukul 14.00, tergantung wilayah.
Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan masyarakat menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 ketika menghadapi cuaca panas. Langkah ini ditujukan untuk membantu mengurangi risiko sengatan panas maupun dehidrasi.
Bukan berarti semua kegiatan harus berhenti pada rentang tersebut. Jadwal bisa digeser lebih pagi atau menjelang sore ketika memungkinkan, terutama untuk olahraga atau kegiatan rekreasi berdurasi panjang.
Jika kegiatan tidak dapat dipindahkan, mencari area teduh dan memberi tubuh waktu beristirahat menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Sunscreen Bukan Satu-satunya Perlindungan
Sunscreen sering menjadi hal pertama yang teringat ketika membahas perlindungan UV. Padahal, perlindungan matahari sebenarnya terdiri dari beberapa lapisan kebiasaan.
WHO menyarankan penggunaan tempat teduh, pakaian pelindung, topi bertepi lebar, dan kacamata yang memberikan perlindungan terhadap UVA serta UVB. Sunscreen digunakan terutama pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian.
Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan tabir surya minimal SPF 30 untuk kulit yang tidak tertutup pakaian ketika menghadapi cuaca panas. Penggunaan topi atau payung juga dianjurkan untuk mengurangi kontak langsung dengan matahari.
Pilihan pakaian juga perlu mempertimbangkan kenyamanan tubuh. Saat cuaca panas, Kemenkes menyarankan bahan ringan dan longgar serta menghindari pakaian berwarna gelap yang lebih mudah menyerap panas.
Dengan pendekatan tersebut, perlindungan tidak bergantung pada satu produk. Tempat berteduh, pakaian, aksesori, dan sunscreen justru dapat bekerja sebagai kombinasi.
Mata Juga Perlu Dilindungi dari Radiasi UV
Pembahasan paparan matahari sering berpusat pada kulit. Padahal, mata merupakan bagian tubuh lain yang juga dapat terdampak radiasi ultraviolet berlebihan.
WHO memperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia mengalami kebutaan akibat katarak. Sekitar 10 persen dari kondisi tersebut diperkirakan berkaitan dengan paparan radiasi ultraviolet.
WHO juga mencatat lebih dari 1,5 juta kasus kanker kulit terdiagnosis secara global pada 2020. Pada tahun yang sama, lebih dari 120 ribu kematian terkait kanker kulit dilaporkan.
Angka tersebut menunjukkan perlindungan matahari bukan sekadar persoalan kulit menjadi lebih gelap setelah beraktivitas. Paparan UV yang berlebihan memiliki konsekuensi kesehatan yang lebih luas.
Untuk mata, WHO menyarankan kacamata model wraparound yang memberikan perlindungan 99–100 persen terhadap UVA dan UVB. Topi bertepi lebar juga membantu melindungi mata, wajah, telinga, dan leher.
Perlindungan seperti ini semakin relevan untuk kegiatan berdurasi panjang, terutama ketika seseorang berada di ruang terbuka dengan sedikit pepohonan.
Mendung Bukan Alasan Mengabaikan Perlindungan
Salah satu kekeliruan yang mudah terjadi adalah menganggap langit berawan berarti paparan UV otomatis aman. Awan memang memengaruhi tingkat radiasi, tetapi UV tetap dapat berada pada tingkat tinggi ketika langit tidak sepenuhnya cerah.
Permukaan sekitar juga berpengaruh. Air dan pasir dapat memantulkan radiasi sehingga meningkatkan paparan yang diterima tubuh. Kondisi tersebut penting diperhatikan ketika beraktivitas di pantai atau kawasan wisata air.
Karena itu, keputusan menggunakan perlindungan sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa panas pada kulit. UV Index memberikan informasi yang lebih relevan untuk menentukan kebutuhan perlindungan.
Kebiasaan ini tidak perlu membuat aktivitas outdoor terasa rumit. Cukup periksa indeks UV, sesuaikan waktu kegiatan, pilih area teduh, gunakan pakaian yang nyaman, dan lindungi bagian tubuh yang terpapar.
Perlindungan UV pada akhirnya merupakan bagian kecil dari persiapan aktivitas outdoor. Kebiasaan sederhana tersebut membuat waktu di luar ruangan tetap menyenangkan tanpa mengabaikan kesehatan kulit dan mata.
