JATIMNET.COM, London – Penggemar balapan Formula 1 (F1) terancam tidak bisa menyaksikan balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris tahun 2020. Sebab kontrak antara pengelola Silverstone dengan penyelenggara F1, Liberty Media tidak tercapai kesepakatan untuk tahun 2020.

Direktur Pelaksana F1 Ross Brawn mengaku frustrasi dengan tidak tercapainya kesepakatan antara kedua pihak. Sebab kontrak penyelenggaraan balapan di Silverstone akan berakhir akhir musim ini.

“Kami ingin menemukan solusi dengan Silverstone. Tapi kami berbeda dalam pandangan tentang apa yang masuk akal. Sangat frustasi karena kami tidak dapat menemukan solusi,” kata mantan Boss Ferrari dan McLaren itu, seperti dikuti BBC Sport, Jumat 8 Maret 2019.

BACA JUGA: Paddy Lowe Tinggalkan Williams jelang Formula 1

Tidak tercapainya kesepakatan itu disebabkan buruknya hubungan antara pengelola Silverstone dengan Liberty Media, selaku pemilik F1. Salah satu penyebabnya adalah kritik dari Direktur pelaksana Silverstone, Stuart Pringle tentang penyelenggaraan F1 saat ini.

Meski demikian, Brawn bertekad Grand Prix Inggris tetap masuk kalender. Bahkan dia tidak ingin Silverstone mengakhiri penyelenggaraan balapan musim ini. Dia tidak mempermasalahkan apakah balapan nanti digelar di Silverstone atau di Brands Hatch.

“Balapan di Inggris penting bagi kami, dan Silverstone telah menjadi rumah bagi Grand Prix Inggris selama beberapa tahun terakhir,” kata Brawn saat konferensi pers pra musim,

BACA JUGA: Hamilton Mengincar Gelar F1 Keenam

Merujuk penyelenggaraan F1 beberapa tahun sebelumnya pernah dilakukan di Brands Hatch di Kent dan di Silverstone secara bergantian pada tahun 1960-an hingga 1980-an.

“Kami bertekad mempertahankan Grand Prix Inggris, dan mudah-mudahan penyelenggaraan tetap di Silverstone,” tegas Brawn.

Sebelumnya Liberty Media mempertimbangkan perlombaan di London. Namun sebuah sumber mengatakan track jalanan di daerah Docklands, tengah dipertimbangkan untuk balapan tahun depan. Selama ini Dockland telah digunakan sebagai balapan Formula E.