Pengusaha di Bromo Minta Rencana Kereta Gantung Dikaji Cermat

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Jumat, 19 Juli 2019 - 17:16

JATIMNET.COM, Probolinggo – Wacana pembangunan Cable Car atau kereta gantung, di kawasan obyek wisata Gunung Bromo, kembali dikemukakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, pelaku industri meminta agar pemerintah mengkaji dengan cermat rencana itu.

Setelah sebelumnya wacana pembangunan kereta gantung, disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa kepada wartawan, usai sidang Paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur, Rabu 10 Juli 2019.

Informasi serupa disampaikan kembali oleh Sekda Pemprov Jatim, Heru Cahyono saat menghadiri acara penganugerahan sejumlah pejabat Muspida Probolinggo, sebagai warga kehormatan Suku Tengger, Rabu 17 Juli 2019.

Kepada wartawan, Heru mengatakan pembangunan kereta gantung, bertujuan meningkatkan potensi wisata Bromo, menjadi tujuan wisata nasional dan internasional.

BACA JUGA: Tujuh Dukun Tengger Disahkan Saat Yadnya Kasada di Bromo

Tak hanya pembangunan kereta gantung, penambahan fasilitas lainnya akan dibangun di kawasan obyek wisata Gunung Bromo.

Disinggung terkait mulai adanya pro kontra atas wacana pembanguna kereta gantung, Heru mengatakan akan menjadi ranah pemerintah daerah yakni Bupati dan Wakil Bupati yang harus mensosialisasikan ke masyarakat.

“Tentu tugas Bupati dan Wakil Bupati, untuk mensosialisasikan ke masyarakat khususnya Warga Tengger. Yang perlu dipertahankan di sini, adalah kulturnya karena menjadi daerah tujuan wisata budaya,”terang Heru.

Dijelaskan Heru, untuk dana yang akan dipakai dalam pembangunan Cable Car di Bromo, akan menggunakan Dana APBN. “Ada beberapa dana yang bisa digabungkan dari pemerintah provinsi, daerah, pusat bahkan investor untuk pengembangan Bromo,”pungkasnya.

BACA JUGA: Genjot Wisata Bromo, Pemprov Usulkan Abd Saleh jadi Bandara Internasional

Sementara itu, wacana pembanguan kereta gantung di Bromo mulai dipertanyakan fungsinya, oleh pelaku jasa wisata di Bromo.

Disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Jamaluddin, wacana pembangunan kereta gantung perlu dikaji terlebih dahulu.

Menurutnya banyak aspek yang harus dipikirkan, sebelum wacana pembangunan kereta gantung direalisasikan.

“Saya tanggapi dingin saja soal kereta gantung ini, karena memang harus dipikirkan secara matang. Harus dipikirkan maslahat dan mudhorotnya, jangan sampai pelaku wisata yang mengais rejeki di Bromo seperti hotel, restoran, kuda, jeep dan lainnya jadi tengkurap,”jelas pria yang juga pemilik Hotel Yoschi’s ini, Jum’at 19 Juli 2019.

Baca Juga

loading...