Pemukulan Pilot Lion Air, Polda Jatim Periksa Saksi Mata

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 8 Mei 2019 - 14:13

JATIMNET.COM, Surabaya - Polda Jatim telah memanggil saksi mata dalam kasus pemukulan pekerja Hotel La Lisa Surabaya, Ainur Rofik (27) warga Pamekasan, oleh Pilot Lion Air, Arden Gabriel Sudarto (29), warga Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, saksi mata yang dipanggil adalah bagian dari manajemen Hotel La Lisa.

"Ini kami (panggil) untuk mengetahui kejadian pemukulan, untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya," katanya, Rabu 8 Mei 2019.

Sebelumnya polisi juga sudah memintai keterangan dari manajemen yang mengawasi perkerjaan korban.

BACA JUGA: Kasus Pemukulan oleh Pilot Lion Air Naik Tahap Penyidikan

"Sudah beberapa hari ini kami memeriksa saksi, termasuk pihak manajemen hotel," jelasnya.

Polisi juga sudah menerima hasil visum dari korban sebagai alat bukti yang dibutuhkan untuk kasus pemukulan. Dengan diterima visum itu, polisi juga akan memeriksa saksi saksi lainnya.

Selain itu, polisi berencana memanggil oknum pilot dalam waktu dekat untuk dimintai keterangan.

"Keterangan ini kami butuhkan untuk mengetahui kejadian tersebut dari terlapor," jelas Barung.

BACA JUGA: Korban Pemukulan Pilot Lion Air Akhirnya Lapor Polisi

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel itu mengatakan jika polisi akan menangani kasus tersebut tanpa pandang bulu.

"Apa pun profesinya kami akan tegakkan hukum kepada siapa saja dan profesi apa saja," ucap Barung.

Sebelumnya, beredar video penganiayaan yang dilakukan seorang pilot Lion Air terhadap pegawai hotel di Surabaya. Dalam sebuah rekaman video CCTV yang beredar, terlihat pilot tersebut beberapa kali memukul pegawai hotel yang tak memberikan perlawanan.

Pemukulan oleh pilot Lion Air tersebut diduga terjadi di Hotel La Lisa, Surabaya.

BACA JUGA: Pilot Lion Air Pukul Pegawai Hotel Surabaya, Korban Trauma

Belum diketahui kapan peristiwa tersebut terjadi, akan tetapi dari rekaman video yang beredar, oknum pilot tidak terima dengan hasil setrika baju seragamnya oleh pegawai hotel tersebut.

Baca Juga

loading...