Logo

Pemuda di Ponorogo Curi Diesel dan Generator Seorang Diri, Begini Modusnya

Reporter:,Editor:

Selasa, 19 July 2022 00:20 UTC

Pemuda di Ponorogo Curi Diesel dan Generator Seorang Diri, Begini Modusnya

Polisi melakukan pers rilis pelaku pencurian mesin diesel dan generator

JATIMNET.COM, Ponorogo – Seorang pemuda inisial WAI usia 24 tahun asal Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, nekat mencuri mesin diesel dan generator listrik seorang diri di 13 titik lokasi kejadian, akibatnya ia harus mendekam di penjara karena ulahnya terendus oleh polisi.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia, menuturkan sebagian besar lokasi pencurian pelaku berada di Kecamatan Babadan. Hal ini disebabkan di kecamatan Babadan banyak petani menggunakan generator untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk pompa air submersible.

“Pengakuan pelaku beraksi seorang diri, namun masih akan kita kembangkan mengingat barang yang dicuri memiliki berat puluhan hingga ratusan kilogram,” kata Niko sapaan akrabnya, 18 Juli 2022.

Baca Juga: Dituntut 20 Bulan Kasus Pencurian, Tahanan di Gresik Melarikan Diri

Niko menerangkan modus pelaku adalah dengan melakukan pengecekan terlebih pada titik lokasi yang akan dijadikan target operasi. Selanjutnya pelaku beraksi pada malam harinya dengan mengangkut barang curiannya menggunakan gerobak tarik yang diikat pada kendaraan bermotor. “Pelaku menjual barang hasil curiannya secara kiloan ke pengepul besi rosokan,” terang Niko.

Dalam penangkapan pelaku, turut juga diamankan empat buah mesin diesel, lima buah generator, satu motor induksi, delapan pipa bor sumur, dan beberapa barang bukti lainnya. Seluruhnya berada ditangan pelaku dan belum sampai terjual. “Selanjutnya pelaku kita kenakan pasal 363, yakni pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” ungkap Niko.

Sementara itu, WAI, mengaku mencuri sejumlah mesin diesel tersebut dilakukan olehnya seorang diri. Ia mencari peralatan mesin diesel dan generator yang berada di pinggir jalan untuk memudahkannya mencuri. “Lokasi saya pilih yang ada di pinggir jalan. Untuk memindahkan kegerobak, saya guling kan dan dorong,” pungkas WAI.