Pemkot Ungkap Penyebab Banjir di Surabaya Barat

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 8 Februari 2019 - 20:45

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mengungkapkan penyebab banjir di kawasan Surabaya Barat, khususnya di Kecamatan Sambikerep dan Lakarsantri pada Kamis 31 Januari 2019 lalu disebabkan kurangnya resapan air di daerah itu.

"Kami akan membangun kolam tampung air sebagai pengganti resapan yang terkoneksi di wilayah sekitarnya," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya, Ery Cahyadi saat diwawancarai di Kantor Bappeko, Jumat 8 Februari 2019.

Kolam tampung air ini akan dibangun di perumahan Pakuwon dan Citraland, karena kawasan tersebut merupakan titik pertama penyebab terjadinya banjir.

Ery mengungkapkan, sebelumnya Pemkot Surabaya telah memberikan izin pembuatan kolam tampung air yang wajib dibangun oleh pihak pengembang sejak 2013.

BACA JUGA: Banjir Rob Masih Mengancam Surabaya Utara

“Namun ternyata kolam tampung yang dibangun sesuai yang direncanakan belum selesai,” jelas Ery.

Menurutnya, di wilayah tersebut seharusnya terdapat dua kolam tampung. Dari dua kolam tampung tersebut diperkirakan dapat menampung debit air hujan di wilayah itu yang nantinya dapat terkoneksi ke Waduk Slamet.

“Ada dua kolam tampung, saya lupa ukurannya, tetapi kolam tampung itu untuk menampung air sementara sampai dengan ketika hujan agak reda maka dia bisa berjalan ke Waduk Slamet,” urainya.

Ery menyampaikan bahwa pembangunan dua kolam tampung tersebut telah dihitung oleh para ahli dan pengamat yang dipastikan bisa menjadi solusi banjir yang terjadi di wilayah Surabaya Barat.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca, Hujan Lebat Akan Mengguyur Surabaya Sore Ini

“Itu sudah dikoreksi juga dari teman-teman pengamat, sehingga hitungan itu sudah mencakup menampung air yang posisinya ada di wilayah barat terutama yang ada di Pakuwon atau Citraland,” urainya.

Ia juga menjelaskan, jika pembangunan kolam tampung tak segera diselesaikan, kerugian akibat banjir tak hanya akan dialami oleh pemkot saja. Tapi juga setiap pengembang perumahan akan mengalami kerugian akibat banjir jika membangun perumahan tanpa dibarengi dengan pembangunan kolam tampung air.

“Ketika terjadi banjir yang rugi tidak hanya dari pemerintah kota, tapi pengembang juga akan jadi rugi. Nantinnya saluran yang menuju ke kolam juga akan dilebarkan,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...