Pemkot Surabaya Operasikan Stasiun Pemantau Udara Juli Mendatang

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 21 Mei 2019 - 15:36

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya segera mengoperasikan stasiun pemantau udara mulai Juli 2019 mendatang. Alat tersebut untuk mengukur kualitas udara pada particulate meter (PM) di bawah 2,5 meter.

Kepala Seksi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup DLH Surabaya Ulfiani Ekasari mengungkapkan alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat pada 2019 ini.

“Saat ini sedang pembangunan penempatan alatnya di Tandes Surabaya,” kata Ulfiani saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa 21 Mei 2019.

Alat tersebut berfungsi untuk mengetahui kualitas udara di bawah 2,5 meter atau udara yang dihirup masyarakat.

BACA JUGA: Udara di Suroboyo Tambah Seger Rek

Ia menyampaikan, jika terdapat PM dibawah 2,5 meter dinilai membahayakan masyarakat yang berdampak pada paru-paru maupun pernapasannya.

“Dengan adanya alat ini, kami dengan mudah mengambil solusi meningkatkan kualitas udara,” kata dia.

Ulfiani mengungkapkan sebelumnya Pemkot Surabaya sudah memiliki tiga stasiun pemantau udara yang dipasang di beberapa titik jalan protokol di Surabaya. Namun alat tersebut untuk mengukur PM di atas 2,5 meter hingga 10 meter.

“Jadi kalau PM ini masih terhitung besar, dan tidak berpengaruh pada paru-paru,” kata Ulfiani.

BACA JUGA: Pemkot Klaim Indeks Kualitas Udara Kota Surabaya Semakin Baik

Ia menambahkan untuk mencegah polusi udara dengan PM di atas 2,5 meter tersebut bisa dengan hanya mengenakan masker ketika di luar ruangan. Tapi untuk PM dibawah 2,5 meter ini harus ada antisipasi khusus, agar tidak mengganggu paru-paru.

Ulfiani juga menyampaikan penempatan alat di Tandes Surabaya ini diantisipasi dengan beberapa faktor yang meliputi kawasan industri, pemukiman, Terminal Teluk Lamong, dan transportasi yang cukup padat.

Cara kerjanya pun, lanjut Ulfiani, polutan udara akan bergerak mengikuti angin. Nantinya akan sampai di alat deteksi kualitas udara tersebut.

"Angin akan tersedot dan dideteksi melalui alat stasiun pemantau udara di mana pun berada,” katanya.

Baca Juga

loading...