Pemkot Resmikan Jalan MERR Gunung Anyar Mei Mendatang

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 27 Maret 2019 - 19:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan meresmikan beberapa ruas jalan Middle East Ring Road (MERR) Gunung Anyar Mei 2019 mendatang. Ruas jalan tersebut membentang dari Rungkut hingga Tambak Sumur.

"Jadi jalan MERR di Gunung Anyar sudah bisa digunakan," kata Kepala Dinas Pematusan Umum Bina Marga (PUBM) Kota Surabaya Erna Purnawati diwawancarai di Ruang Kerjanya, Rabu 27 Maret 2019.

Erna mengatakan di dalamnya ada 300 meter fasilitas umumnya (fasum) Purimas yang masih dibangun, dan Mei mendatang akan dibuka.

Pembukaan Jalan MERR Gunung Anyar akan dilakukan menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) pada 25 Mei 2019 mendatang. Erna mengungkapkan sepanjang 300 meter jalan pada proyek MERR di Gunung Anyar itu merupakan milik Purimas.

BACA JUGA: MERR Sudah Dilewati Meski Belum Dipasang Lampu PJU

Dan jalan tersebut akan dihibahkan ke pemkot untuk kepentingan akses dari Surabaya–Sidoarjo dan sebaliknya. Ia menjelaskan akan dilakukan  penutupan jalan sepanjang sekitar 200 meter dari perempatan lampu merah Rungkut hingga Purimas ini untuk menghindari adanya balap liar.

Jalan tersebut merupakan satu jalur dengan jalan milik Purimas. “Nah saat ini sudah bisa digunakan sebagian, yakni hanya satu jalur. Karena kalau kita buka seluruhnya malah disalahgunakan untuk balap liar atau hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ia mengatakan akses dari arah Sidoarjo yang akan masuk ke Kota Surabaya juga akan ditutup karena akan dilakukan penataan agar tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas.

“Nanti ada rekayasa lalu lintas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Sisi barat ini sudah jadi, tapi yang depan Purimas ini masih digarap,” katanya.

Sedangkan akses menuju Lapangan Tembak, saat ini Dinas PUBM masih melakukan pelelangan untuk pengerjaannya. Erna mengungkapkan, akses tersebut nantinya akan terhubung dengan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT). Selain Lapangan Tembak, pemkot akan membangun velodrom (sirkuit balap).

BACA JUGA: Sisa Pengerjaan Proyek MERR Dilelang

“Nantinya untuk pembangunan jalan, akan menambah 10 persil yang menembus arena lapangan tembak dengan JLLT. Sedangkan untuk velodrom akan menambah enam persil sebagai akses jalan menuju JLLT,” kata Erna.

Data yang diterima Jatimnet.com, untuk proses pembangunan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), sebanyak 725 persil belum dibebaskan atau masih kurang 40 persen. Sedangkan untuk proyek JLLT, sebanyak 60 persen dari 1.528 persil belum dibebaskan.

Di antaranya seperti Pakuwon yang berada di wilayah Kelurahan Lakarsantri seluas 3.500 meter atau 3,5 kilometer yang juga akan dihibahkan ke pemkot untuk JLLB. “Jadi JLLB itu kebanyakan tanahnya milik pengembang, sedangkan JLLT itu yang mayoritas perkampungan,” katanya.

Perlu diketahui anggaran yang dikeluarkan untuk proyek JLLT dan JLLB selama tahun 2019 menelan anggaran sebanyak Rp 190 Miliar.

Baca Juga

loading...