Rabu, 03 June 2026 11:30 UTC

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasri saat memberikan arahan dalam edukasi dan sosialisasi tentang bahaya penyalaghunaan narkoba yang diikuti para pelajar SMA se-Kota Mojokerto, Rabu, 3 Juni 2026. Foto: Kominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Kalangan remaja masih menjadi kelompok yang rentan menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba.
Di usia pencarian jati diri, pengaruh lingkungan dan pergaulan sering kali menjadi pintu masuk penggunaan narkotika.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Mojokerto. Upaya pencegahan pun terus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi kepada pelajar sebagai generasi yang dinilai paling membutuhkan pemahaman tentang bahaya narkoba.
Salah satu langkah yang dilakukan, yakni menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi pelajar SMA se-Kota Mojokerto di Taman Bahari Mojopahit, Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Mojokerto dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa pelajar SMA dipilih sebagai peserta utama sosialisasi karena berada pada fase remaja. Kalangan ini dinilai masih rentan terhadap berbagai pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.
“Usia remaja seperti kalian ini masih proses untuk mencari jati diri sebagai orang dewasa. Masa-masa remaja inilah masa yang rentan. Kalau salah bergaul bisa celaka,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Menurutnya, edukasi tentang bahaya narkoba perlu terus diberikan agar para pelajar memahami dampak buruk penggunaan narkotika. Hal ini sekaligus mengenali berbagai modus yang kerap digunakan untuk menjebak calon korban.
“Kita merasa perlu dan bahkan sangat perlu untuk memberikan sosialisasi ini kepada kalian. Kalian harus tahu seperti apa bahayanya narkoba dan bagaimana cara-cara halus mereka memberikan tipu dayanya kepada kalian,” katanya.
Ning Ita menjelaskan, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya bertujuan melindungi generasi muda dari ancaman kesehatan maupun hukum. Namun, juga menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.
Apalagi, para pelajar saat ini merupakan calon pemimpin dan penggerak pembangunan di masa mendatang. Karena itu, mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya saing.
“Kalian harus dibekali menjadi generasi yang harus lebih baik daripada kita hari ini. Dan salah satu syaratnya, generasi yang lebih baik harus bebas dari narkoba,” tegasnya.
Melalui sinergi bersama BNN, Pemkot Mojokerto terus mendorong berbagai program edukasi untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya narkoba.
Langkah tersebut diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di kalangan generasi muda sekaligus mencegah munculnya korban baru akibat penyalahgunaan narkotika.
