Jumat, 09 January 2026 01:30 UTC

Jajaran Forkopimda Kota Mojokerto saat menghadiri panen raya di Kabupaten Karawang secara daring, Rabu, 7 Januari 2026. Foto: Prokopim.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya di Kabupaten Karawang. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk optimalisasi kebijakan serta dukungan alat dan mesin pertanian bagi para petani, Rabu, 7 Januari 2026.
Capaian nasional tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan nyata terhadap sektor pertanian, termasuk bagi petani di wilayah Kota Mojokerto.
Pernyataan itu disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning saat mengikuti kegiatan secara daring dari Demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Jaya di Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon.
Ia menilai, kebijakan strategis pemerintah pusat telah memberikan dampak langsung terhadap penguatan ketahanan pangan daerah dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas berbagai kebijakan dan bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh petani di Kota Mojokerto. Mulai dari kenaikan HPP gabah, penurunan harga pupuk subsidi, hingga bantuan alat dan mesin pertanian modern,” kata Ning Ita.
Ia menjelaskan, penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah oleh Bulog memberikan kepastian dan perlindungan harga bagi petani.
Jika sebelumnya harga gabah kerap ditentukan tengkulak dengan kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, kini ditetapkan harga minimal Rp6.500 per kilogram.
Tak hanya itu, kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen juga dinilai mampu menekan biaya produksi pertanian. Di Kota Mojokerto, harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840, pupuk ZA dari Rp1.700 menjadi Rp1.360, serta pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.
Pada tahun 2025, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian ke Kota Mojokerto. Bantuan tersebut meliputi dua unit traktor roda dua untuk Kelompok Tani Barokah Wates dan Kelompok Tani Dewi Sri Surodinawan.
Kemudian, dua unit traktor crawler, tiga unit traktor roda dua jenis Amberjack, serta satu unit combine harvester yang dikelola koperasi Gapoktan.
Melalui dukungan kebijakan dan sarana pertanian tersebut, wali kota berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Dengan bantuan yang kami terima ini akan kami manfaatkan secara optimal dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.
