Partisipasi pemilih di Cina mengalami peningkatan.

Pemilu, 93 Persen WNI di Cina Pergi ke TPS

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 16 April 2019 - 09:58

JATIMNET.COM, Surabaya – Tingkat partisipasi pemilih, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 001 Kedutaan Besar RI di Beijing, mencapai 93 persen. Dua TPS lain di Beijing dan Guangzhou, tingkat partisipasinya masing-masing mencapai 92 persen dan 97 persen.

Pemilihan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 14 hingga 15 April 2019.

Persentasi di TPS 001 diperoleh dari jumlah surat suara tersedia yang mencapai 453 lembar, baik Calon Presiden-Calon Wakil Presiden maupun DPR-RI Daerah Pemilihan II DKI Jakarta, berbanding dengan surat suara yang dicoblos sebanyak 423 lembar.

Surat suara yang tersedia di TPS 002 KBRI Beijing, bahkan lebih banyak, yakni mencapai 514 lembar. Adapun surat yang digunakan oleh pemilih adalah sebanyak 478,  sehingga tingkat partisipasinya mencapai 92 persen.

BACA JUGA: Seorang Pelajar Asal Medan Meninggal di Cina

Demikian halnya, dengan di TPS Konsulat Jenderal RI di Guangzhou, yang tingkat partisipasinya mencapai 97 persen.

PPLN Guangzhou juga menggelar pemungutan suara, melalui metode Kotak Suara Keliling (KSK), pada Sabtu (13/4) di empat kota, yakni Xiamen, Nanning, Haikou, dan Guilin.

"Tingkat partisipasi KSK di empat kota tersebut juga telah mencapai 67 persen," kata Ketua PPLN Guangzhou Galant Al Barok..

Di Shanghai, tingkat partisipasi pemilih juga tinggi.

BACA JUGA: Pemilu 2019, Delapan TPS Dibuka di Riyadh Arab Saudi

Warga negara Indonesia yang tinggal di kota terbesar di daratan Tiongkok itu memadati TPS di KJRI Shanghai, pada Minggu 14 April 2019, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat.

Bahkan hingga menjelang istirahat makan siang saja, partisipasi pemilih di Shanghai mencapai 50 persen lebih.

Gambaran itu belum termasuk kedatangan gelombang pemilih Daftar Pemilih Khusus (DPK), yaitu yang namanya tidak tercatat padap Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Pada Pemilu 2014, tingkat partisipasi pemilih jauh di bawah 50 persen. Namun pada tahun ini, tingkat partisipasi melonjak tajam.

BACA JUGA: WNI di Belanda Tempuh 100 Kilometer Demi Pemilu

Tren peningkatan tersebut, sebenarnya sudah terlihat beberapa hari menjelang pencoblosan di luar negeri. Banyak warga Indonesia yang bertanya kepada pihak PPLN mengenai persyaratan menjadi DPK.

WNI di China didominasi kalangan pelajar, yang banyak di antaranya tidak tercatat dalam DPT dan DPTb karena kebetulan awal semester pendidikan jatuh pada bulan Maret. (ant)

Baca Juga

loading...