Pembangunan Rusunawa Rampung, Pemkot Madiun Data Calon Penghuni

Nugroho

Reporter

Nugroho

Sabtu, 12 Juni 2021 - 10:00

pembangunan-rusunawa-rampung-pemkot-madiun-data-calon-penghuni

SEGERA DITEMPATI. Rusunawa yang dibangun di Kota Madiun segera ditempati. Pembangunan fasilitas bagi warga kurang mampu itu dibiayai pemerintah melalui APBN. Foto.Nd.Nugroho

JATIMNET.COM, Madiun - Pemkot Madiun sedang mendata warganya yang belum memiliki hunian pribadi. Sebagian dari mereka bakal mendapat fasilitas untuk menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang telah rampung dibangun pada tahap kedua. 

Kunci hunian juga sudah diserahterimakan dari pejabat pembuat komitmen (PPK) penyediaan Rusun Jawa Timur kepada Pemkot Madiun."Kami masih mengumpulkan data calon penghuninya," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Totok Sugiarto, Sabtu,12 Juni 2021.

Menurut dia, pendaatan dilakukan setelah 200-an calon penghuni rusunawa mendaftarkan diri melalui Disperkim. Pengecekan kondisi yang bersangkutan dilakukan petugas dengan terjun ke lapangan. Upaya ini untuk menentukan kelayakan menempati rusunawa.

"Karena yang bisa menempati adalah yang sudah masuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kementerian Soaial," ujar Totok.

Baca Juga: Okupansi Hotel dan Kunjungan Wisata di Kota Madiun Meningkat 

Pendatataan dilakukan lantaran jumlah pendaftar membeludak. Sementara, ketersediaan rusunawa hanya ada 44 unit dengan fasilitas layaknya apartemen. Masing - masing ruangan terdiri dua susun tempat tidur, kamar mandi, dan dapur.

Fasilitas dan pembangunan rusunawa itu disediakan oleh pemerintah dengan menelan dana sekitar Rp 23 miliar yang bersumber dari APBN. Pembangunan rusunawa di wilayah Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Nambangan Lor, Kota Madiun itu masih satu paket dengan dua proyek sejenis di Surabaya.

Sementara itu, keberadaan rusunawa yang dibangun sejak 2020 - pertengahan 2021 atau tahap kedua menambah fasilitas sejenis di Kota Madiun. Sebelumnya, rusunawa juga telah berdiri dan ditempati warga.

Lokasi kedua bangunan bertingkat itu berdekatan untuk memudahkan proses melokalisir warga kurang mampu. Terutama bagi mereka yang selama ini menempati fasilitas umum untuk bertempat tinggal.

Baca Juga