PBB Rilis Negara Paling Bahagia di Dunia

Nani Mashita

Kamis, 21 Maret 2019 - 15:30

JATIMNET.COM, Surabaya – Perserikatan  Bangsa Bangsa (PBB) mengumumkan negara-negara paling bahagia di dunia. Dari 156 negara yang ada, Finlandia lagi-lagi menjadi negara yang dinilai paling bahagia sedunia.

Dalam World Happinest Report, PBB mempertimbangkan penilaiannya berdasarkan tahun-tahun kehidupan yang lebih sehat, lebih banyak dukungan sosial, kepercayaan pada pemerintah, PDB per kapita yang lebih tinggi, dan kemurahan hati, seperti dilansir dari http://www.nationalgeographic.com, Kamis 21 Maret 2019.

Daftar ini menampung 10 negara yang sama seperti tahun 2018, namun dengan perbedaan peringkat. Finlandia tetap di posisi teratas, Australia turun ke peringkat 11, dan Austria naik ke urutan 10. Kanada, satu-satunya negara dengan top 10 di Amerika, jatuh dari posisi tujuh menjadi kesembilan. Amerika Serikat juga turun ke urutan 19, turun satu peringkat dari 2018.  

BACA JUGA: Lima Belas Cara Sederhana untuk Hidup Bahagia

Laporan tahun ini fokus pada kebahagiaan dan komunitas, mengevaluasi faktor-faktor seperti teknologi, internet, data besar, dan kecanduan. Sementara pengalaman wisatawan tidak dipertimbangkan secara khusus, laporan tersebut menetapkan standar untuk tempat-tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.

"Kita berada dalam era meningkatnya ketegangan dan emosi negatif," kata Jeffrey Sachs, direktur Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan dan rekan penulis studi dalam siaran persnya, Kamis 21 Maret 2019.

BACA JUGA: Festival Dongeng Internasional Angkat Kisah Bahagia

Dia juga mengatakan laporan tahun ini memberikan bukti serius tentang bagaimana kecanduan menyebabkan ketidakbahagiaan dan depresi terutama di AS. Kecanduan yang dia maksud adalah penyalahgunaan narkoba hingga perjudian di dunia digital.  

Tujuan dari World Happiness Report adalah untuk menyediakan kerangka kerja bagi pemerintah dan individu untuk mempromosikan kebahagiaan.  

“Pemerintah, bisnis, dan masyarakat harus menggunakan indikator ini untuk menetapkan kebijakan baru yang bertujuan mengatasi sumber ketidakbahagiaan ini," katanya.

Baca Juga

loading...