Kamis, 23 April 2026 07:45 UTC

Puing sisa kebakaran yang melahap pasar baru Tuban pada Kamis 23 April 2026 dini hari. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban – Kebakaran yang melanda Pasar Baru Tuban pada Kamis dini hari, 23 April 2026, memicu sorotan terhadap proyek revitalisasi pasar yang telah dianggarkan sebesar Rp24,3 miliar pada tahun ini. Insiden tersebut terjadi di tengah rencana pembangunan ulang fasilitas perdagangan di kawasan tersebut.
Berdasarkan data pada laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP), proyek revitalisasi Pasar Baru Tuban berada di bawah Satuan Kerja Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Tuban.
Dalam dokumen tersebut, paket pekerjaan tercatat dengan nama Pengadaan Biaya Fisik Konstruksi Revitalisasi Pasar Baru Sub Kegiatan Penyediaan Sarana Distribusi Perdagangan. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,3 miliar untuk proyek ini.
BACA: Polisi Turunkan Tim Inafis dan Labfor Polda Jatim, Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Baru Tuban
Rencana pembangunan mencakup gedung satu lantai dengan luas sekitar 500 meter persegi. Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Desember 2026.
Namun, sebelum proyek berjalan optimal, kebakaran justru terjadi dan menghanguskan puluhan ruko di Blok D, E, dan F Pasar Baru Tuban. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB tersebut mengakibatkan sedikitnya 42 ruko terbakar, terdiri dari 4 ruko di Blok D, 30 ruko di Blok E, dan 8 ruko di Blok F.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kerugian materiil yang ditimbulkan cukup besar.
BACA: Puluhan Ruko Ludes Terbakar, Kerugian Kebakaran Pasar Baru Tuban Ditaksir Rp500 Juta
“Kerugian materiil kurang lebih Rp500 juta, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di salah satu ruko di Blok E. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melibatkan tim Inafis serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
