Para Dermawan Kalsel Gandeng ACT Bangun Sekolah di Palu

Muhammad Taufiq

Sabtu, 18 Mei 2019 - 10:05

JATIMNET.COM, Banjarmasin - Banyak anak-anak sekolah di Palu harus melanjutkan kegiatan belajarnya di sekolah darurat setelah gempa bumi meluluhlantakkan wilayah mereka beberapa waktu lalu. Bukan hanya di Palu, tetapi di Sigi dan Donggala pun kondisinya mirip.

Di Palu, banyak murid dan guru trauma dan enggan menempati bangunan yang sudah tidak layak pasca-gempa. Sangat beresiko bagi para guru dan murid untuk mengadakan kegiatan belajar-mengajar di dalam gedung yang rapuh, bahkan ada yang nyaris rubuh.

Seperti yang terjadi pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Karya Taiba di Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sekolah mereka hancur, menyisakan reruntuhan yang sangat riskan jika digunakan kembali. Anak-anak terpaksa menggunakan sekolah darurat yang dibangun dengan tenda seadanya sebagai ruang kelas mereka. Meskipun begitu, mereka tetap bersemangat untuk bersekolah dan belajar bersama.

Kesedihan dan ketakutan anak-anak di sana kini berganti kebahagiaan. Hal ini berkat hadiah dari dermawan di Kalimantan Selatan, tepatnya dari Keluarga Besar PT Buana Karya Bhakti. Sebanyak 3 ruang kelas dibangun dan telah dimanfaatkan siswa-siswi MI Karya Taiba untuk kegiatan belajar-mengajar sejak Februari lalu. 

BACA JUGA: ACT Distribusikan Bantuan Paket Berbuka Puasa di Sekitar Gaza

Selama tiga bulan ini para siswa menjalani pembelajaran dengan hati tenang. Seperti yang dituturkan Hafiz, siswa kelas 6 MI Karya Taiba yang mengaku tidak takut lagi belajar karena sekolah sudah layak digunakan. "Saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih atas kebaikan para dermawan untuk kami," ucapnya sembari tersenyum lebar, Sabtu 18 Mei 2019.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Sekolah MI Karya Taiba Rustam Hasan SPd MPd, "Terima kasih kepada pihak donatur yang telah membantu membangun sekolah kami dimana sebelumnya hancur akibat gempa," ucap Rustam Hasan. 

Menggunakan kayu dan plywood, bangunan sekolah memang dibuat ramah gempa. Pembangunan sekolah dilaksanakan secepat mungkin menyusul kebutuhan akan sekolah yang layak bagi anak-anak terdampak gempa di Palu, Sigi, dan Donggala.

Kabar bahagia itu disambut hangat oleh Manajer CSR PT Buana Karya Bhakti Joko Purwito. "Alhamdulillah amanah kami sudah direalisasikan dengan baik. Semoga anak-anak bisa belajar dengan tenang, tidak kehujanan dan kepanasan," ujarnya. 

Joko Purwito menjelaskan bahwa bantuan tersebut selain dari dana CSR PT Buana Karya Bhakti dan PT Buana Karya Mandiri Sejahtera, juga merupakan sedekah dari para karyawan. "Terima kasih Aksi Cepat Tanggap (ACT) atas kolaborasi kemanusiaan untuk korban gempa di Palu," kata Joko.  

BACA JUGA: Buka Puasa Pertama Korban Banjir Bengkulu di Bawah Tenda

Menanggapi kontribusi kemanusiaan tersebut, Plt Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin menyampaikan apresiasinya. "Bencana alam yang terjadi di Indonesia menjadi ujian keimanan tidak hanya bagi para korban, tapi juga bagi kita semua. Bagaimana bencana ini menjadi ladang amal yang luas. Maka apa yang diberikan keluarga besar PT Buana Karya Bhakti adalah sebuah kebaikan yang harus diapresiasi. Terima kasih untuk terus peduli," tutur Zainal.

Zainal menambahkan, hingga saat ini masih banyak warga Palu yang tinggal di pengungsian. ACT bersama mitra dan donatur telah berikhtiar untuk fase pemulihan. "Hingga kini, ACT telah membangun sebanyak 1.026 unit hunian yang tersebar di sepuluh lokasi, masing-masing di Palu, Sigi, dan Donggala. Selain ICS, ACT juga telah membangun Family Shelter yang tersebar di dua lokasi di Palu," ungkapnya.

"Bismillah dengan izin Allah SWT, ACT berikhtiar akan terus membersamai para korban dan kami memanggil kedermawanan masyarakat Kalimantan Selatan untuk berkolaborasi bersama ACT memberi kebahagiaan di bulan Ramadan ini," kata Zainal. 

Baca Juga

loading...