Pilwali Surabaya 2020, Elektabilitas Puti Sandingi Whisnu

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 10 Januari 2019 - 06:00

JATIMNET.COM, Surabaya - Hasil riset Surabaya Survey Center (SSC) menyebut elektabilitas Whisnu Sakti Buana mencapai 15,4 persen. Elektabilitas Wakil Wali Kota Surabaya dan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini paling tinggi di antara kandidat calon wali kota Surabaya lainnya.

Hanya Puti Guntur Soekarno yang bisa menyandingi elektabilitas Whisnu dalam riset tersebut. Elektabilitas mantan calon wakil gubernur Jatim itu 15,1 persen.

Di bawah kedua kandidat yang sama-sama kader PDIP itu, nama Adies Kadir paling menonjol dengan elektabilitas 6,9 persen. Sedangkan kandidat lainnya di bawah 5 persen.

BACA JUGA: Disebut Sebagai Kandidat Cawali Surabaya, Begini Kata Puti Soekarno

“Menariknya, pada survei ini bisa muncul nama yang tidak terduga. Siapa pun kandidat yang didukung Tri Rismaharini akan mendapat tambahan sebesar 9 persen,” kata Direktur Surabaya Survey Center Mochtar W.Oetomo dalam acara 'Senarai Kontestasi dari Pemilu 2019 hingga Pilwali Surabaya 2020' di Hotel Yello, 9 Januari 2019.

Mochtar mengungkapkan, siapa pun kandidat yang didukung Risma akan memiliki modal awal yang bagus dalam pilwali Surabaya 2020.
   
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu mengaku belum memikirkan pilwali 2020. "Belum terpikirkan, karena belum ada peraturan bahwa pilwali akan diselenggarakan pada 2020 mendatang. Selain itu saya masih menjadi Wawali," kata dia.

Whisnu mengatakan pihaknya masih fokus pada pemilihan umum (pemilu) presiden dan calon legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

"Dan Pilwali prosesnya masih panjang," tegasnya.

Ditanya ihwal hasil penelitian SSC, Whisnu mengatakan dia hadir mewakili PDI Perjuangan. "Saya hadir karena ditunjuk untuk mewakili dari partai," tegasnya.

BACA JUGA: Alasan Whisnu Enggan Bicara Pilwali

Whisnu mengatakan hasil survei ini bisa sebagai gambaran awal bahwa kondisi wilayah Jawa Timur secara keseluruhan sudah sejalan dengan program yang ada di PDIP.

Apalagi, kata Whisnu, dirinya ditunjuk untuk mengawal pemilihan presiden wilayah Jatim khususnya di Kota Surabaya.

"Saya optimis PDIP akan menang, karena program kerja kami sudah sejalan dengan keinginan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Riset SSC Edy Marzuki mengatakan pendidikan politik dari 16 partai politik tidak semua sepenuhnya berjalan efektif.  

Berdasarkan hasil survei, hanya PDIP, PKB dan Gerindra yang efektif dan intens memberikan pendidikan politik.

Baca Juga

loading...