JATIMNET.COM, Surabaya – Hasil survei yang dikeluarkan Surabaya Survei Center (SSC) menempatkan Bayu Airlangga sebagai sosok terpopuler dari kalangan milenial untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Surabaya.

Namun menantu Gubernur Jawa Timur Soekarwo itu menegaskan tidak mau terburu-buru menanggapi hasil survei tersebut. Menurut pria yang juga Wakil Sekretaris Partai Demokrat Jawa Timur itu memilih fokus dalam Pemilihan Legislatif 2019.

“Kami ini prajurit. Apa yang menjadi kebijakan partai akan kita jalankan,” ujar Bayu kepada wartawan, Kamis 10 Januari 2019.

Dalam hasil jajak pendapat itu, nama Bayu Airlangga bersama dengan M. Habibur Rahman, M. Abid Umar, dan M. Nur Arifin muncul pada hasil survei SSC untuk bursa Calon Wali Kota Surabaya. Dalam pola survei popularitas yang dilakukan SSC itu, nama Bayu Airlangga menempati posisi pertama di kalangan milenial.

BACA JUGA: Menantu Soekarwo Dicalonkan Pilwali Surabaya

Meski demikian, posisinya sebagai anggota partai tidak membuatnya memikirkan terlalu jauh. Calon legislatif yang maju ke DPRD Jawa Timur ini mengaku ingin menuntaskan tugas partai di Pemilu 2019.

“Pilwali Surabaya masih satu tahun lagi. Saat ini yang harus dikerjakan adalah bagaimana Partai Demokrat bisa sukses dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden,”tuturnya.

Sementara itu, pakar komunikasi politik UNiversitas Airlangga Yayan Sakti Suryandaru mengatakan bahwa munculnya beberapa nama baru sebagai generasi milenial ini bisa menjadi pertanda baik.

BACA JUGA: Pilwali Surabaya 2020, Elektabilitas Puti Sandingi Whisnu

"Saat ini publik cenderung menyukai hal-hal yang baru di pemerintahan,” kata Yayan.

SSC menempatkan pria yang menjabat Ketua Muda Mudi Demokrat Jatim ini mendapatkan suara 26,6 persen. Perolehan itu diikuti M.Habibur Rahman dengan 14,8 persen disusul M. Abid Umar dan M. Nur Arifin yang masing-masing mendapat 13,4 persen.

Suvei tersebut dilakukan secara random (acak) dengan melibatkan seribu responden yang dilakukan di 31 kecamatan pada 20-31 Desember 2018 lalu. Adapun margin error berada di kisaran 3,1 persen.