Senin, 07 January 2019 13:15 UTC

Banjir bandang yang menerjang Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin 10 Desember 2018. Foto: Dok.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menginformasikan peta rawan bencana 2019. Bencana tanah longsor masih menjadi ancaman utama daerah tersebut.
Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, bencana tanah longsor hampir setiap tahun terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo, utamanya di dearah yang berada di kawasan lereng pegunungan. Seperti wilayah Kecamatan Sukapura, Kecamatan Lumbang, Kecamatan Tiris dan lainnya.
BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Probolinggo, Dua Korban Meninggal
“Tentunya tanah longsor, masih menjadi bencana yang rawan terjadi di Kabupaten Probolinggo. Masyarakat diharapkan selalu hati-hati dan waspada,” jelasnya Senin 7 Januari 2019.
Selain ancaman rawan longsor, berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo tahun 2016, ada juga ancaman bencana lainnya seperti letusan gunung api, banjir, dan abrasi.
BACA JUGA: Artis-Artis Top Ini Juga Pernah Terserempet Kasus Prostitusi
BPBD merinci, untuk titik rawan longsor ada di 9 Kecamatan Kabupaten Probolinggo; Kecamatan Gading (8 desa), Kotaanyar (3 desa), Krucil (14 desa), Kuripan (6 desa), Lumbang (3 desa), Pakuniran (10 desa), Sukapura (10 desa), Sumber (9 desa), dan Tiris (13 desa).
Untuk titik rawan letusan gunung api ada di tiga 3 kecamatan; Sukapura, Sumber, dan Tiris. Sedangkan titik rawan banjir ada di empat Kecamatan; Besuk, Dringu, Gending, dan Kraksan. Dan ancamana bencana abrasi tersebar di lima kecamatan yang ada di pesisir pantai.
