Siasati Sepinya Wisatawan

Ojek Kuda Gunung Bromo Ikuti Lomba Pacuan

Zulkiflie
Zulkiflie

Minggu, 17 Maret 2019 - 15:58

JATIMNET.COM, Probolinggo – Meningkatnya aktivitas Gunung Bromo membawa dampak pada ojek kuda di kawasan wisata tersebut. Dengan berkurangnya kunjungan wisatawan, menyebabkan ojek kuda sepi order.

Namun untuk menyiasati sepinya kunjungan wisatawan, pemilik kuda mengikuti lomba pacuan di lautan pasir. Lomba ini diselenggarakan secara spontan oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto, Minggu 17 Maret 2019.

“Spontan saya lombakan. Barangkali nanti bisa menjadi destinasi wisata, yakni lomba pacuan ojek kuda di Gunung Bromo. Apalagi low season seperti ini, kunjungan wisatawan tidak banyak. Jadi, pacuan ini bisa menjadi pengganti penghasilan ojek kuda,” terang AKBP Eddwi Kurniyanto.

Menurutnya, pacuan kuda dilakukan guna menggali potensi apakah para ojek di Bromo bisa mengkuti pacuan secara serius. Bahkan dia mengusulkan kegiatan ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata.

BACA JUGA: Bromo Berasap Petugas Probolinggo Bagikan 500 Masker

Dalam lomba dadakan tersebut hanya diikuti sepuluh ojek kuda. Namun sepuluh kuda ini mampu berlari cepat, meski bukan jenis kuda pacu dengan skill yang terbatas.

Salah satu ojek kuda Bromo, Hadi mengaku tak pernah mengajak kudanya ikut lomba pacuan. Namun dia mengaku terhibur digelarnya lomba tersebut untuk mengisi sepinya penumpang.

Dalam pacuan kuda itu dilakukan tiga kali start yang memperebutkan uang tunai. Hanya saja Kapolres Probolinggo tidak mau menyebutkan nilai yang diberikan kepada para pemenang.

BACA JUGA: Paparan Abu Vulkanis Bromo Capai Radius 12 Kilometer

Keberadaan Kapolres Probolinggo di Gunung Bromo untuk memantau kondisi terkini. “Sebetulnya kami datang untuk mengimbau kepada wisatawan, masyarakat, dan para pecinta alam agar berhati-hati di kawasan tersebut. Sebab Bromo saat ini terlihat mengeluarkan abu,” katanya.

Sampai saat ini status Gunung Bromo masih berada di level II atau Waspada. Di mana jarak aman bagi pengunjung, sekitar satu kilometer dari bibir kawah.

Data PVMB periode pengamatan Sabtu 16 Maret 2019 pukul 24.00 WIB, gunung dengan ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut, secara visual cuaca cerah, mendung dan hujan.

Angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, timur, barat dan barat laut. Suhu udara 12-21 C, kelembaban udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Volume curah hujan 3.2 mm per hari.  Gunung Api terlihat jelas hingga kabut 0-III.

Baca Juga

loading...