Senin, 20 April 2026 11:30 UTC

Foto bersama pengurus Partai Golkar tingkat kecamatan di Dapil 1 (Kecamatan Ngoro, Mojosari, dan Pungging) Kabupaten Mojokerto di sela Muscam XI yang digelar pada Senin, 20 April 2026. Foto: Karina.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebagai tindak lanjut dari musyawarah daerah (musda), Partai Golkar melanjutkan tahapan konsolidasi melalui musyawarah kecamatan (Muscam) XI.
Di Kabupaten Mojokerto, kegitan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bidang Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) V DPD Partai Golkar Jawa Timur, Sumardi. Kehadirannya sekaligus mengawal jalannya proses konsolidasi di tingkat akar rumput.
Kali ini, Muscam XI digelar di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Ngoro, Mojosari, dan Pungging, Senin, 20 April 2026. Selain konsolidasi struktural, kegitan ini juga fokus pada pembaruan kepemimpinan.
Partai Golkar Kabupaten Mojokerto tancap gas memperkuat barisan menghadapi kontestasi politik ke depan. Melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang digelar Senin, 20 April 2026, konsolidasi struktural hingga pembaruan kepemimpinan menjadi fokus utama.
Kegiatan ini meliputi Kecamatan Ngoro, Mojosari, dan Pungging ini dihadiri langsung Ketua Bidang Pemenangan Pemilu V DPP Partai Golkar Jawa Timur, Sumardi, yang akrab disapa Cak Sumardi. Kehadirannya sekaligus mengawal jalannya proses konsolidasi di tingkat akar rumput.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mojokerto Winajat menegaskan, Muscam XI bukan sekadar agenda rutin organisasi. Namun, momentum strategis untuk memperkuat fondasi partai.
“Muscam ini menjadi bagian penting dalam konsolidasi struktural, sekaligus melakukan penyegaran kepemimpinan di tingkat kecamatan. Ini langkah konkret untuk memastikan mesin partai bekerja maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pergantian dan penataan kepengurusan di level kecamatan diharapkan mampu menghadirkan energi baru. Selain itu, meningkatkan soliditas kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Selain itu, forum Muscam juga dimanfaatkan untuk merumuskan visi dan misi baru partai, khususnya dalam menyambut Pemilu nasional 2029 dan Pemilu lokal 2031.
“Kami tidak hanya bicara hari ini, tapi menyiapkan arah perjuangan ke depan. Visi dan misi harus adaptif dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Golkar Mojokerto pun memasang target ambisius dalam kontestasi mendatang. Jika pada periode sebelumnya meraih 5 kursi, kini partai berlambang beringin itu optimistis mampu meningkatkan perolehan menjadi 8 kursi legislatif.
“Target kita jelas, ada peningkatan signifikan baik dari sisi suara maupun kursi. Ini realistis jika konsolidasi berjalan solid dan seluruh kader bergerak,” tegas Winajat.
Dengan penguatan struktur, regenerasi kepemimpinan, serta strategi politik yang lebih terarah, Golkar Mojokerto optimistis mampu memperkuat posisi elektoral dan menjadi kekuatan utama di wilayah tersebut.
