Logo

Muktamar ke-35 NU Terapkan Absensi Digital Berbasis Barcode

Reporter:,Editor:

Rabu, 26 August 2026 00:00 UTC

Muktamar ke-35 NU Terapkan Absensi Digital Berbasis Barcode

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat menguji registrasi digital berbasis bagi para peserta di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Selasa, 25 Agustus 2026. Foto: Tambakberas.id.

JATIMNET.COM, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dipastikan menerapkan sistem registrasi digital berbasis barcode. Tujuannya, memastikan peserta yang hadir sesuai dengan Daftar Peserta Tetap (DPT).

Sistem tersebut diuji langsung Ketua Panitia Muktamar sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul saat meninjau kesiapan pelaksanaan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul didampingi Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Prof Mohammad Nuh, Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief (Gus Gudfan), serta sejumlah pengurus PBNU dan panitia.

Dalam simulasi tersebut, mereka mengikuti seluruh tahapan registrasi seperti yang akan dijalani peserta. Mulai dari mengambil nomor antrean, menunggu panggilan, menjalani verifikasi dokumen hingga melakukan pemindaian barcode pada sistem pendaftaran digital.

"Dua hari menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, saya, Prof Nuh, Gus Gudfan, dan beberapa pengurus PBNU melakukan simulasi registrasi peserta. Luar biasa, kali ini semuanya sudah menyesuaikan dengan tuntutan zaman, berbasis barcode," kata Gus Ipul seusai simulasi, dikutip Tambakberas.id, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurut Gus Ipul, sistem digital tersebut dirancang untuk mempercepat proses registrasi sekaligus memastikan data peserta tercatat secara akurat. Setelah terverifikasi, peserta akan diarahkan menuju zona akomodasi sesuai kontingen wilayah maupun cabang masing-masing.

"Insyaallah jika semua pihak disiplin dan tertib, tidak akan ada penumpukan antrean yang panjang. Semuanya berjalan nyaman dan presisi karena sistem sudah terintegrasi dengan data tunggal," ujarnya.

Selain mempercepat proses registrasi, penerapan barcode menjadi bagian dari upaya panitia memastikan hanya peserta yang memiliki hak mengikuti muktamar yang dapat masuk dalam sistem.

Gus Ipul mengatakan DPT telah ditetapkan, termasuk nama-nama pengurus yang memiliki hak suara maupun berstatus sebagai peninjau resmi.

"Datanya sudah valid, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus peserta tertera jelas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada peserta susupan atau peserta pengganti. Seluruhnya adalah peserta sah yang memenuhi persyaratan organisasi," tegasnya.

Digitalisasi juga memungkinkan pergerakan dan pelayanan peserta dipantau secara real-time, mulai dari kedatangan, registrasi hingga penempatan di fasilitas penginapan.

Sementara itu, dari hasil peninjauan di lokasi, persiapan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum telah memasuki tahap akhir. Di lapangan Desa Tambakberas yang menjadi arena utama pembukaan, pengerjaan tenda utama dan sejumlah fasilitas pendukung dalam tahap finishing.

Panitia juga memastikan berbagai fasilitas vital telah disiapkan, termasuk akomodasi peserta, lokasi persidangan komisi dan pleno, serta sarana medis dan logistik.

Gus Ipul mengapresiasi kerja tim kesekretariatan panitia pusat dan panitia lokal Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang menyiapkan pelaksanaan muktamar dalam waktu efektif sekitar 50 hari.

"Kami berharap peserta fokus memberikan gagasan terbaik. Sehingga Muktamar Ke-35—yang menjadi muktamar perdana di abad kedua NU—dapat menghasilkan keputusan strategis agar jam’iyah kita makin maju, relevan, dan membumi," katanya.

Muktamar ke-35 NU memiliki nilai historis karena digelar di Jombang, yang dikenal sebagai tanah kelahiran para pendiri NU.

"Ini awal abad kedua NU, muktamar kembali ke pangkuan para muassis. Dari Tambakberas, Jombang, semoga ini menjadi muktamar yang menggembirakan, penuh berkah, dan berakhir dengan kelancaran," pungkas Gus Ipul.