Logo

Mensos Apresiasi Gresik Penuhi Kuota Sekolah Rakyat Tanpa Titipan

Reporter:,Editor:

Senin, 03 August 2026 10:00 UTC

Mensos Apresiasi Gresik Penuhi Kuota Sekolah Rakyat Tanpa Titipan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Gresik. Foto/Diskominfo Gresik.

JATIMNET.COM, Gresik – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang berhasil memenuhi kuota peserta didik Sekolah Rakyat.

Pemenuhan kuota tersebut dilakukan melalui proses penjaringan langsung kepada keluarga prasejahtera sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Senin, 3 Agustus 2026..

Menurut Gus Ipul, proses rekrutmen peserta didik dilakukan secara terbuka tanpa praktik titip-menitip maupun percaloan.

Seluruh calon siswa dipilih berdasarkan pendataan keluarga miskin dan miskin ekstrem agar program benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

"Rekrutmen dilakukan secara transparan. Tidak ada titipan maupun percaloan. Semua berdasarkan data keluarga miskin sehingga program ini tepat sasaran," ujarnya.

Di Kabupaten Gresik, sebanyak 405 siswa telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Rinciannya terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 75 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), serta 60 siswa yang berasal dari Kabupaten Lamongan.

Gus Ipul juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Gresik yang dinilai mampu menyiapkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat meski proses pembangunan fasilitas belum sepenuhnya rampung.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS menjadi tahapan penting untuk mengenalkan lingkungan belajar sekaligus membiasakan siswa dengan sistem pendidikan berasrama.

Kegiatan tersebut diperkuat melalui Program Taruna Bhakti yang melibatkan taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.

Sebanyak lima taruna ditempatkan di setiap Sekolah Rakyat selama lima hari untuk mendampingi siswa, membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta melatih kemandirian.

Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berasrama secara gratis.

"Alhamdulillah, saat ini ada 405 siswa yang belajar di Sekolah Rakyat. Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi yang unggul, mandiri, dan berkarakter sebagai bekal menghadapi masa depan," kata Yani.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial bersama Bupati Gresik juga meninjau sejumlah fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi serta berdialog dengan para siswa yang tengah mengikuti kegiatan MPLS.