Logo

Masuk Sekolah Lima Hari, Pendidikan Madrasah Anak Amburadul

Reporter:,Editor:

Senin, 23 October 2023 16:54 UTC


Masuk Sekolah Lima Hari, Pendidikan Madrasah Anak Amburadul

no image available

JATIMNET.COM, Kediri - Kebijakan masuk sekolah lima hari oleh Pemkot Kediri menuai keberatan dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri. Mereka mengklaim kebijakan ini membuat anak-anak capai, sebab jeda waktu antara pendidikan formal dan nonformal mepet, sehingga amburadul.

Ketua FKDT Kota Kediri K.H. Melvien Zainul Asyiqien menjelaskan bahwa kebijakan masuk sekolah lima hari ini ternyata berdampak cukup signifikan. Anak-anak yang seharusnya bisa persiapan untuk mengikuti sekolah nonformal menjadi tidak maksimal, sebab mereka sudah capai sekolah.

Menurut dia, pendidikan nonformal di Kota Kediri rata-rata dimulai jam 14.00 WIB, sedangkan sekolah anak-anak selesai jam 14.00 WIB. Mereka menjadi keberatan untuk membagi waktu.

"Ada juga yang masuk malam madrasahnya, tapi ada dampak penurunan. Survei kami hampir 40 persen. Karena sudah capai, tidak bisa ke sekolah nonformal. Ini yang nonpesantren," katanya kepada wartawan, Senin (23/10/2023).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah, Lirboyo, Kediri, ini juga mengatakan, banyak yang berharap kebijakan masuk sekolah kembali ke kebijakan semula yakni enam hari masuk, sehingga anak-anak bisa lebih persiapan dan tidak capai saat mengikuti pendidikan nonformal di lingkungannya.

Saat ini terdapat kurang lebih 108 madrasah diniyah di Kota Kediri, yang mayoritas anak didinya usia sekolah. Jumlah itu, ada sekitar setengahnya yang nonpesantren.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan mengatakan pihaknya segera mengkaji kebijakan masuk sekolah lima hari ini dengan komunikasi intensif lagi dengan berbagai pihak. 

"Kami sudah komunikasi dan dijembatani oleh DPRD Kota Kediri. Kebijakan ini direkomendasikan untuk dievaluasi dan kami harus lebih intensif komunikasi," kata dia. 

Menurutnya komunikasi akan dilakukan dengan FKDT Kota Kediri, sehingga diharapkan kebijakan sekolah masuk lima hari ini juga tidak mengganggu pendidikan nonformal.

"Bagaimana pelaksanaan regulasi ini juga tidak mengganggu pendidikan nonformal. Setelah ini kami komunikasi agar lebih detail permasalahannya," kata dia. 

Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Soedjoko Adi Poerwanto mengatakan pihaknya memfasilitasi pertemuan antara Pemkot Kediri dengan FKDT Kota Kediri terkait dengan pelaksanaan lima hari sekolah.

"Kami tentunya di tengah-tengah. Ini programnya kan baru berjalan satu bulan dan kami berikan rekomendasi bahwa lima hari sekolah ini dievaluasi ulang," katanya.

Ia mengatakan di Kota Kediri banyak pesantren dan madrasah diniyah sehingga diharapkan aktivitas pendidikan nonformal tidak terganggu. 
 
"Harapan saya rekomendasi ini dari dinas pendidikan supaya bisa mmeberikan yang terbaik. Lima hari baik, enam hari sekolah juga baik, namun mereka minta dikembalikan enam hari masuk sekolah," kata dia.