Luhut Harapkan Angka Golput Bisa Ditekan

Ahmad Suudi

Kamis, 11 April 2019 - 21:16

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap angka golongan putih (golput) menurun pada pemilihan umum 2019.

Bila dalam pemilu 2014, total suara yang terkumpul secara nasional 65 hingga 67 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Tahun ini dia berharap jumlah partisipasi pemilih bisa mencapai lebih dari 70 persen dari total suara yang terkumpul.

“Golput ini bervariasi (berubah-ubah jumlahnya), tahun 2014 kira-kira 65 - 67 persen partisipasi pemilihnya, saya harap tahun ini bisa di atas 70 persen," kata Luhut dalam acara rapat tiga pilar di Pendopo Banyuwangi, Kamis 11 Maret 2019.

BACA JUGA: Di Banyuwangi Luhut Tepis Lima Hoaks Serang Pemerintah

Dia juga mendorong perangkat daerah, perangkat desa, serta anggota TNI dan Polri yang hadir dalam acara itu untuk mengajak anggota keluarga dan tetangga masing-masing memberikan suara mereka di TPS, Rabu 17 April 2019.

Mantan Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Pemburu Kopassus itu kemudian menanyakan kesanggupan peserta rapat untuk mengumpulkan lebih dari 70 persen suara di Banyuwangi saat pemilu nanti.

Sebagian peserta rapat berteriak menyanggupi. Bila tidak ada perubahan, target 70 persen di Banyuwangi tidak berat. Karena pada pilpres tahun 2014 berhasil terkumpul total 70,97 persen suara dari 2.132.693 pemilik hak suara dalam DPT saat itu.

Selain itu Luhut mengajak pemilih, memilih sesuai hati nurani, tanpa terpengaruh berita bohong. Dia juga mengajak masyarakat mendukung proses pemilu lancar, damai dan bergembira. Dia sempat menyarankan agar masyarakat memilih pemimpin yang memberikan ketauladanan dan bukti kinerja, bukan yang marah-marah.

BACA JUGA: Ke Banyuwangi, Luhut Dialog dengan Nelayan Muncar

“Hak demokrasi itu hari ini ada, anda mau pilih siapa saja itu hakmu. Tapi jangan sampai tidak datang, dan jangan golput," ujar Luhut lagi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan agar camat dan kepala desa menggelar undian berhadiah di tempat pemungutan suara (TPS). Langkah itu untuk meningkatkan partisipasi pemilih untuk memberikan suaranya saat pelaksanaan pemilu nanti.

"Sehingga setiap TPS jadi tempat yang menggembirakan. Dan ajak juga melalui woro-woro di masjid agar masyarakat datang ke TPS memberikan suaranya," kata Anas.

Baca Juga

loading...