Senin, 03 August 2026 12:00 UTC

Tim DVI Polda Jatim akan memulangkan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Senin, 3 Agustus 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Surabaya - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Madura, Minggu, 2 Agustus 2026.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. Wahono Edhi P mengatakan seluruh jenazah yang diterima tim DVI telah berhasil diidentifikasi menggunakan metode identifikasi primer dan sekunder.
"Pada hari ini, Senin 3 Agustus 2026, Tim DVI menerima lima kantong jenazah yang ditemukan sejak Minggu hingga Senin. Alhamdulillah seluruh jenazah tersebut berhasil kami identifikasi," katanya, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan identifikasi dilakukan melalui data primer berupa sidik jari dan gigi yang diperkuat data sekunder seperti rekam medis, ciri visual, serta barang-barang kepemilikan korban.
Wahono merinci korban yang telah berhasil diidentifikasi yakni Sri Indratmo Wijaya (47) asal Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah (57) asal Makassar, Sulawesi Selatan.
Kemudian, Sari Sukoco (39) asal Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra (48) asal Agam, Sumatera Barat; serta Yedi Hendrawan (63) asal Kapuas, Kalimantan Tengah.
Selain menyampaikan hasil identifikasi, tim forensik juga mengungkapkan penyebab kematian para korban berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
"Dari pemeriksaan forensik yang kami lakukan, rata-rata korban meninggal akibat tenggelam. Sebagian besar korban mengalami sesak napas karena menghirup asap, kemudian dalam kondisi panik melompat ke laut sehingga kesadarannya menurun dan akhirnya tenggelam," jelasnya.
Wahono mengatakan sebagian korban diduga sudah dalam kondisi lemas saat berada di air sehingga tidak mampu menyelamatkan diri.
"Rata-rata penyebab kematiannya adalah tenggelam. Kepanikan saat menceburkan diri ke laut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban tidak dapat bertahan," katanya.
Ia menambahkan operasi identifikasi korban masih terus berlangsung seiring proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Tim DVI akan tetap bersiaga hingga operasi pencarian resmi dinyatakan selesai oleh Basarnas bersama BPBD Jawa Timur.
"Sampai hari ini seluruh lima kantong jenazah yang kami terima telah berhasil diidentifikasi. Operasi DVI tetap berjalan sampai operasi pencarian dinyatakan selesai," ucapnya.
