Rabu, 22 April 2026 10:55 UTC

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan cinderamata kepada salah satu perwakilan peserta penyuluhan Cabenisasi di Kelurahan Prajuritkulon, Rabu, 22 April 2026. Foto: Humas Pemkot Mojokerto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus menggenjot penguatan ketahanan pangan dengan menyasar level paling dasar, yakni rumah tangga. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggerakkan program penanaman cabai yang melibatkan peran aktif kaum ibu sebagai motor penggerak di lingkungan masing-masing.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga secara mandiri. Lebih dari itu, kebijakan ini menjadi strategi jangka pendek untuk meredam fluktuasi harga bahan pokok di pasaran.
“Kalau masyarakat bisa menanam sendiri, terutama cabai, maka kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dari rumah dan tidak selalu bergantung pada pasar,” tutur wali kota saat membuka penyuluhan Cabenisasi di Kelurahan Prajuritkulon, Rabu 22 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan TP PKK bersama para Kader Motivator setempat. Peserta tidak hanya mendapatkan edukasi terkait teknik budidaya cabai, tetapi juga menerima bantuan bibit beserta perlengkapan tanam yang diserahkan secara simbolis.
Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu menjelaskan, cabai dipilih sebagai komoditas utama karena kerap menjadi penyumbang inflasi. Dengan menanam sendiri di rumah, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan cabai tanpa sepenuhnya bergantung pada pasar.
Ia juga menekankan bahwa konsep program dirancang adaptif terhadap kondisi perkotaan yang identik dengan keterbatasan lahan. Warga didorong memanfaatkan ruang sempit di pekarangan serta menggunakan media tanam alternatif dari barang bekas, seperti botol plastik maupun galon.
“Ini sederhana, tapi kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya besar. Selain untuk kebutuhan keluarga, juga membantu menjaga stabilitas harga,” kata Ning Ita.
Program ini juga terhubung dengan berbagai inisiatif lain, mulai dari penguatan ketahanan pangan keluarga, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, hingga pengelolaan sampah rumah tangga berbasis keberlanjutan.
Pemerintah Kota Mojokerto berharap gerakan tanam cabai ini dapat berjalan secara konsisten dan menjadi budaya baru di masyarakat. Dengan demikian, warga tidak hanya menanam, tetapi juga merawat tanaman hingga panen sebagai bagian dari kemandirian pangan keluarga.
