Logo

Layar monitor yang sejajar dengan pandangan mata mampu mengurangi ketegangan leher. Foto: -Dx Gen-AI

Posisi layar yang tepat membuat tubuh tidak perlu terus-menerus menyesuaikan diri selama jam kerja berlangsung.
Reporter:,Editor:

Minggu, 02 August 2026 09:00 UTC

Layar monitor yang sejajar dengan pandangan mata mampu mengurangi ketegangan leher. Foto: <em>-Dx Gen-AI</em>

Layar monitor yang sejajar dengan pandangan mata mampu mengurangi ketegangan leher. Foto: -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Monitor komputer sering menjadi pusat aktivitas kerja, tetapi posisinya masih kerap diabaikan. Banyak pekerja terbiasa menggunakan layar yang terlalu rendah atau terlalu tinggi sehingga leher harus terus menunduk atau mendongak selama berjam-jam.

 

Kebiasaan tersebut tampak sepele, padahal dapat memengaruhi kenyamanan bekerja setiap hari. Ketika posisi monitor tidak sesuai, tubuh akan beradaptasi dengan postur yang kurang ideal. Jika berlangsung terus-menerus, rasa pegal pada leher, bahu, hingga punggung menjadi lebih mudah muncul.

 

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai sekitar 145,8 juta orang pada Agustus 2024.

 

Seiring meningkatnya penggunaan komputer di berbagai sektor pekerjaan, penataan ruang kerja menjadi bagian yang semakin penting dalam mendukung aktivitas harian.

 

 

 

Posisi Layar Berpengaruh pada Postur Tubuh

 

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) di Amerika Serikat merekomendasikan agar bagian atas monitor berada sejajar atau sedikit di bawah tinggi mata pengguna. Jarak ideal antara mata dan layar berkisar 50 hingga 70 sentimeter, bergantung pada ukuran monitor dan kenyamanan penglihatan.

 

Pengaturan sederhana ini membantu menjaga posisi kepala tetap netral. Mata juga tidak perlu bekerja terlalu keras karena sudut pandang menjadi lebih alami.

 

Banyak kantor modern mulai menggunakan monitor stand atau lengan monitor yang dapat diatur ketinggiannya. Perangkat tersebut memudahkan setiap pekerja menyesuaikan posisi layar sesuai tinggi badan masing-masing.

 

 

 

Cahaya Ruangan Sama Pentingnya dengan Posisi Monitor

 

Monitor yang sudah berada pada posisi ideal tetap bisa menimbulkan ketidaknyamanan jika pencahayaan ruangan kurang tepat.

 

Layar yang berhadapan langsung dengan jendela sering memunculkan pantulan cahaya. Sebaliknya, ruangan yang terlalu gelap membuat mata harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan kontras antara layar dan lingkungan sekitar.

 

Di sejumlah gedung perkantoran Surabaya, desain ruang kerja mulai memanfaatkan pencahayaan alami dari samping ruangan, bukan tepat di belakang monitor.

 

Pendekatan ini membantu mengurangi pantulan sekaligus menjaga ruangan tetap terang tanpa mengandalkan lampu sepanjang hari.

Kondisi tersebut selaras dengan tren desain kantor modern yang semakin mengutamakan kenyamanan visual sebagai bagian dari pengalaman bekerja.

 

 

 

Monitor Lebih Besar Tidak Selalu Lebih Baik

 

Layar berukuran besar memang memberi ruang kerja yang lebih luas. Namun manfaatnya baru terasa jika pengguna tetap menjaga jarak pandang yang sesuai.

 

Monitor yang terlalu dekat justru membuat mata cepat lelah. Sebaliknya, layar yang terlalu jauh memaksa pengguna memiringkan badan atau memajukan kepala saat membaca tulisan kecil.

 

Bagi pekerjaan yang melibatkan banyak dokumen, penggunaan dua monitor dapat meningkatkan efisiensi karena perpindahan antarjendela menjadi lebih sedikit. Namun kedua layar sebaiknya memiliki tinggi yang sama agar kepala tidak terus-menerus bergerak naik turun.

 

Prinsip ergonomi tidak selalu berarti membeli perangkat baru. Penyesuaian sederhana menggunakan penyangga monitor sering kali sudah cukup menciptakan posisi kerja yang lebih nyaman.

 

 

 

Kenyamanan Kerja Berasal dari Banyak Kebiasaan Kecil

 

International Labour Organization (ILO) bersama Kementerian Ketenagakerjaan menempatkan perbaikan lingkungan kerja sebagai salah satu fokus Program Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2024–2029.

 

Targetnya adalah menurunkan angka kecelakaan kerja dan memperkuat budaya kerja yang lebih aman melalui berbagai upaya, termasuk penerapan prinsip ergonomi di tempat kerja.

 

Monitor yang ditempatkan sejajar pandangan mata memang bukan satu-satunya faktor penentu produktivitas. Namun penyesuaian sederhana ini membantu tubuh bekerja dengan posisi yang lebih alami sehingga ketegangan pada leher dan bahu dapat dikurangi.

 

Saat monitor, kursi, meja, dan pencahayaan saling mendukung, ruang kerja berubah menjadi tempat yang lebih nyaman untuk berpikir, berdiskusi, dan menyelesaikan pekerjaan tanpa gangguan yang sebenarnya bisa dihindari.