Minggu, 02 August 2026 05:00 UTC

Ilustrasi bekerja dengan duduk di kursi ergonomis. Foto: -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Kursi ergonomis kini tidak lagi identik dengan kantor perusahaan besar. Semakin banyak pekerja, pelaku usaha, hingga pekerja jarak jauh mulai menyadari bahwa posisi duduk yang tepat berpengaruh terhadap kenyamanan bekerja setiap hari.
Kesadaran tersebut tumbuh seiring meningkatnya durasi penggunaan komputer. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk Indonesia berusia lima tahun ke atas yang mengakses internet mencapai 79,5 persen pada 2024.
Angka ini menggambarkan semakin besarnya aktivitas masyarakat yang melibatkan perangkat digital, baik untuk bekerja, belajar, maupun menjalankan usaha.
Semakin lama seseorang duduk di depan layar, semakin besar pula pentingnya memperhatikan kualitas kursi yang digunakan. Perlengkapan kerja tidak lagi hanya dinilai dari tampilannya, tetapi juga dari manfaatnya terhadap kenyamanan tubuh.
Duduk Terlalu Lama Menjadi Tantangan Baru
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular. Orang dewasa disarankan melakukan 150 hingga 300 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu, atau 75 hingga 150 menit aktivitas berat, disertai latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam sepekan.
Anjuran tersebut menunjukkan bahwa bekerja sambil duduk berjam-jam perlu diimbangi dengan kebiasaan bergerak secara teratur. Kursi yang nyaman memang membantu menjaga postur, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tubuh untuk tetap aktif.
Banyak pekerja mulai menerapkan jeda singkat setiap satu jam. Berdiri, berjalan beberapa menit, atau melakukan peregangan ringan sudah cukup membantu mengurangi ketegangan pada punggung dan bahu.
Apa yang Membuat Kursi Ergonomis Berbeda?
Kursi ergonomis dirancang mengikuti bentuk alami tubuh. Tinggi dudukan dapat diatur sehingga telapak kaki menapak sempurna di lantai, sementara sandaran menopang lengkungan alami tulang belakang.
Model yang baik juga menyediakan penyangga pinggang, sandaran tangan yang dapat disesuaikan, serta mekanisme kemiringan agar pengguna tidak terus berada pada posisi yang sama sepanjang hari.
Menurut Kementerian Ketenagakerjaan bersama ILO dalam Program Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2024–2029, peningkatan kualitas lingkungan kerja menjadi bagian dari strategi untuk menekan angka kecelakaan kerja yang pada 2022 tercatat mencapai 298.137 kasus.
Meski tidak seluruhnya berkaitan dengan pekerjaan kantor, desain tempat kerja yang lebih aman dan nyaman menjadi salah satu perhatian utama.
Artinya, investasi pada fasilitas kerja bukan hanya menyangkut produktivitas, tetapi juga pencegahan risiko kesehatan jangka panjang.
Menyesuaikan Kursi dengan Pengguna
Harga kursi ergonomis sangat beragam, tetapi fungsi utamanya tetap sama, yakni membantu tubuh mempertahankan posisi duduk yang lebih baik.
Bagi pekerja yang menggunakan komputer sepanjang hari, pengaturan sederhana sering kali memberikan perubahan besar. Tinggi monitor sebaiknya sejajar dengan pandangan mata, siku membentuk sudut sekitar 90 derajat saat mengetik, dan bahu tetap rileks.
Di sejumlah ruang kerja modern Surabaya, desain interior kini semakin memperhatikan aspek ergonomi. Ruang rapat dilengkapi kursi yang lebih nyaman, area kerja memanfaatkan cahaya alami, dan tata letak meja memberi ruang gerak yang lebih leluasa.
Perubahan seperti ini menunjukkan bahwa kenyamanan fisik mulai dipandang sebagai bagian dari kualitas lingkungan kerja, bukan sekadar fasilitas tambahan.
Investasi yang Dampaknya Terasa Setiap Hari
Kursi ergonomis memang memerlukan biaya lebih besar dibanding kursi biasa. Namun manfaatnya dapat dirasakan selama bertahun-tahun jika digunakan dengan tepat dan dirawat secara baik.
Investasi tersebut akan semakin efektif ketika dibarengi kebiasaan sederhana, seperti mengubah posisi duduk secara berkala, berdiri sejenak setelah bekerja cukup lama, serta menjaga meja kerja tetap rapi agar ruang gerak tidak terbatas.
Lingkungan kerja modern tidak selalu harus dipenuhi perangkat mahal. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap elemen mendukung aktivitas harian secara nyaman dan aman.
Saat tubuh tidak terus-menerus dipaksa menahan posisi yang melelahkan, pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih fokus, sementara energi tetap terjaga hingga akhir hari.
