Lawan Madura United, Persela Diuntungkan Main di Kandang

David Priyasidharta

Minggu, 31 Maret 2019 - 09:18

JATIMNET.COM, Surabaya - Persela Lamongan bakal menghadapi laga yang cukup berat di babak delapan besar Piala Presiden 2019 karena harus menghadapi Madura United. Tim berjulukan Laskar Joko Tingkir itu dijadwalkan menjamu tim Laskar Sappe Kerab, julukan Madura United pada Minggu 31 Maret 2019.

Pemain Persela, Eky Taufiq mengakui di atas kertas, timnya memang kurang diunggulkan. Namun, Laskar Joko Tingkir tetap mengincar kemenangan demi merebut satu tiket ke babak semifinal untuk pertama kalinya.

Menurut Eky, Persela sedikit diuntungkan lantaran pertandingan berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur. Dukungan penuh LA Mania diyakini Eky kian menambah motivasi.

BACA JUGA: Madura United Patahkan Tradisi tidak Pernah Menang Hadapi Persela

"Kami melakukan persiapan dengan sangat serius. Kami tahu lawan merupakan tim bertabur bintang dan berkualitas di setiap posisi. Jadi kami harus ekstra waspada," ujar Eky dalam laman PSSI.org.

Persela, lanjut Eky, sejauh ini bisa menunjukkan karakter permainan terbaik yang dimiliki. Tim polesan Aji Santoso tersebut lolos sebagai juara Grup E di babak penyisihan.

Selain itu, Laskar Joko Tingkir bisa lebih nyaman bermain setelah Aji Santoso menyelesaikan kursus kepelatihan AFC Pro. Di babak penyisihan, Aji sempat absen karena harus mengikuti kursus tersebut.

"Pastinya lebih nyaman dengan adanya coach Aji. Kami bisa melakukan persiapan dengan lebih detail untuk babak 8 besar menghadapi Madura United ini," tegas Eky.

BACA JUGA: Madura United Trial Tiga Pemain di Piala Presiden

Sementara Madura United tak ingin kembali mengalami kegagalan dalam gelaran turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden. Pada dua edisi sebelumnya, Laskar Sappe Kerab selalu terhenti di babak 8 besar.

Tim yang bermarkas di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan itu ingin melewati catatan pada edisi sebelumnya dengan lolos ke babak semifinal pada edisi 2019.

Jika melihat komposisi pemain, Madura United seharusnya bisa dengan mudah menaklukkan Persela. Tim asuhan Dejan Antonic tersebut banyak dihuni pemain berkualitas berlabel timnas seperti Greg Nwokolo, Andik Vermansyah, Alfath Fathier, Alberto Goncalves hingga top skor Liga 1 Indonesia musim lalu, Aleksandr Rakic.

Sebaliknya Persela lebih banyak mengandalkan pemain muda yang belum cukup dikenal di sepak bola Indonesia. Namun demikian, pemain Madura United, Alfath Fathier tak ingin rekan-rekanya lengah dengan status tim bertabur bintang tersebut.

BACA JUGA: Manajemen Persela Ajukan Penangguhan Penahanan Saddil

Ia mengakui Persela merupakan lawan yang bisa mengejutkan Madura United. Apalagi dalam tiga laga terakhir kedua tim di Surajaya, Madura United tak sekalipun memetik kemenangan.

"Kami tahu Stadion Surajaya sangat angker bagi Madura United. Tetapi tidak ada pilihan lain selain menang. Kemenangan juga akan memperbaiki catatan Madura United yang sebelumnya selalu gagal di babak 8 besar," bebernya.

Di sisi lain, mantan pemain Persiba Balikpapan itu mengaku sudah sangat siap untuk laga lawan Persela. Ia bahkan menyebut siap dimainkan di posisi manapun guna membantu Madura United. Target utama melawan Persela adalah kemenangan.

"Kalau soal perubahan posisi bermain tidak masalah bagi saya. Sebelumnya saya juga pernah bermain sebagai penyerang sayap. Terpenting adalah tim bisa menang dan mewujudkan target utama menjadi juara Piala Presiden," tegasnya.

Baca Juga

loading...