Rabu, 14 January 2026 04:30 UTC

Para peserta saat menyimak materi yang disampaikan narasumber dalam kegiatan Tadabbur Media yang diinisiasi Lembaga Ta’lif Wan-Nasyr (LTN) MWC NU Besuk, Kabupaten Probolinggo. Foto: Zulalif.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Besuk, Kabupaten Probolinggo menggelar Tadabbur Media, Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan menyiapkan kader penjaga opini publik guna melawan maraknya konten negatif di ruang digital. Juga, menjadi ikhtiar untuk memperkuat literasi media dan dakwah digital di kalangan warga NU dan pesantren.
Tadabbur Media yang diinisiasi Lembaga Ta’lif Wan-Nasyr (LTN) MWC NU Besuk ini berlangsung di musala Masduqiyah, Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk. Rangkaian acaranya dikemas dalam bentuk pelatihan, diskusi, serta praktik pembuatan konten media dakwah digital.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan konten dan pemberitaan yang etis, informatif, serta bernilai dakwah dan kemaslahatan. Tujuan ini sejalan dengan semangat menyongsong Abad Kedua NU dalam membentuk kesadaran dan opini publik melalui media digital yang memiliki peran strategis.
BACA: Tangkal Hoaks dan Penipuan Daring, Warga Mojokerto Dibekali Literasi Digital
Ketua Tanfidziyah MWC NU Besuk Ustadz H. Abdul Bari menegaskan bahwa media digital saat ini merupakan ruang dakwah yang tidak boleh dibiarkan kosong dari nilai-nilai kebaikan.
“Media sangat menentukan arah opini publik. Karena itu, kader NU harus mampu menghadirkan konten yang menyejukkan, mendidik, serta membawa nilai maslahat bagi umat, bukan justru memperkeruh suasana,” ujarnya.
Ia menambahkan, Tadabbur Media juga sebagai upaya memperkuat peran media NU dan pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tentunya, tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Maka, para peserta kegiatan ini mendapatkan sejumlah materi dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Pertama, tentang jurnalis yang disampaikan oleh Sundari Adi Wardhana, Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo Raya.
Materi kedua membahas fotografi dan videografi yang disampaikan oleh Hendra Trisianto N bersama Sholeh Adnan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Probolinggo.
BACA: 70 Anak Terpapar Konten Kekerasan dan Terorisme, BNPT Ajak Lintas Kementerian Bersinergi
Sementara, materi ketiga tentang desain dakwah media digital disampaikan oleh Zainul Hasan R, anggota Badan Siber PC GP Ansor Kraksaan.
Rais Syuriah MWC NU Besuk, Ustaz Abu Bakar menekankan pentingnya etika dan adab dalam memanfaatkan media, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui platform digital.
“Dakwah melalui media harus dilandasi niat ibadah dan tanggung jawab moral. Konten boleh kreatif dan menarik, tetapi tidak boleh lepas dari etika, adab, serta kebenaran substansi,” tuturnya.
Menurutnya, Tadabbur Media bukan sekadar pelatihan teknis. Namun, juga ruang refleksi bagi pegiat media NU agar mampu menyampaikan pesan keislaman secara bijak, santun, dan mudah diterima oleh masyarakat luas.
Melalui Tadabbur Media, MWC NU Besuk berharap dapat melahirkan generasi pengelola media dakwah yang profesional, kreatif, serta mampu menjadikan media digital sebagai sarana syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
