Kamis, 15 January 2026 02:30 UTC

Proses pelantikan tiga pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka di Pendapa Graha Majatama, Kabupaten Mojokerto. Foto: Diskominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Roda mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto kembali berputar. Kali ini, tiga pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka dilantik oleh Bupati Muhammad Albarraa di Pendapa Graha Majatama, Rabu 14 Januari 2026.
Tiga pejabat yang dilantik adalah Yuni Laili Faizah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sebelumnya, Yuni menjabat sebagai Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Mojokerto.
Selanjutnya, Amsar Azhari Siregar dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan usai bertugas sebagai Camat Pungging. Sementara, jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diisi oleh Nalurita Priswiandini yang sebelumnya menjabat Camat Puri.
Gus Barra, sapaan akrab Muhammad Albarraa mengajak tiga pejabat yang baru dilantiknya bekerja cepat, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Bupati Mojokerto juga meminta para pejabat baru tersebut segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.
“Saya berharap saudara-saudara yang dilantik dapat segera menyesuaikan diri. Bekerja cepat bekerja tepat dan bekerja dengan penuh dedikasi,” ungkap Gus Barra dalam pelantikan jilid III ini.
BACA: Mutasi Perdana, 16 Pejabat Eselon II Pemkab Mojokerto Dilantik
Ia menegaskan bahwa esensi utama jabatan pemerintahan adalah pelayanan publik. Oleh karena itu, para kepala dinas diminta menyusun langkah strategis serta menghadirkan inovasi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Susun langkah strategis dan dorong inovasi pelayanan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Tunjukkan bahwa saudara memang layak dipercaya. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju adil dan makmur,” jelasnya.
Gus Barra juga mengingatkan pentingnya keteladanan kepemimpinan di lingkungan perangkat daerah.Upaya yang dapat dilakukan dengan membangun pola kerja secara kolaboratif, komunikatif, dan berorientasi pada hasil.
Ia menegaskan agar para pejabat menjaga integritas serta menjauhi praktik penyimpangan. “Saya juga mengingatkan agar saudara-saudara menjaga integritas dan profesionalisme. Menjauhi praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Barra berharap pejabat yang dilantik mampu mempercepat pelaksanaan program unggulan daerah.
BACA: Ulum Rokhmat Dimutasi ke Staf Ahli, Bupati Mojokerto Bantah Karena Chat Mesum
Hal ini sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan. Secara khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan, ia menekankan peran strategis dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Mojokerto yang unggul dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah dan di sinilah masa depan Mojokerto kita siapkan. Dengan pembangunan sumber daya manusia inilah ke depan wajah Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diharapkan mampu memperkuat budaya literasi serta tata kelola arsip yang tertib dan profesional. Pemerintah daerah juga didorong untuk terus menghadirkan ruang baca publik yang nyaman dan inklusif.
“Saya mendorong agar perpustakaan daerah perpustakaan, kecamatan hingga pojok baca desa dikembangkan sebagai ruang publik yang modern, adaptif dan relevan dengan generasi muda. Sekaligus tetap menanamkan nilai-nilai edukatif dan kebudayaan lokal,” paparnya.
BACA: Pemkab Mojokerto Luncurkan 120 Koperasi Merah Putih dan Aplikasi Digital Desa
Adapun Kepala Dinas PUPR disebut memegang peran vital dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pembangunan jalan, irigasi, drainase, hingga penataan ruang harus dilakukan dengan perencanaan matang dan pengawasan yang optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Maka dari itu tunjukkan kinerja nyata bukan hanya laporan administratif dijadikan inovasi sebagai budaya kerja dan manfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” Gus Barra menerangkan.
