Krisis Pangan dan Perang Ancam Warga Gaza di Ramadan ini

Muhammad Taufiq
Muhammad Taufiq

Kamis, 9 Mei 2019 - 12:00

JATIMNET.COM, GAZA – Masyarakat Gaza tumpah ruah di pasar dan jalanan sehari menjelang Ramadan beberapa waktu lalu. Mereka berkumpul bersama keluarga, kawan handai taulan dan tetangga. Bagi masyarakat Palestina, Ramadan memang dikenal sebagai bulan bahagia. 

Hasan, salah satu warga Gaza yang berbahagia karena Ramadan tiba. Ia mengatakan, Ramadan merupakan bulan yang paling dinanti, baik anak kecil hingga orang dewasa. Mereka menggantungkan harapan. Memanjatkan doa untuk keselamatan. "Ramadan merupakan bulan yang suci, juga bahagia bagi semua orang di Gaza," ungkap Hasan Awal Mei lalu.

Namun, meriahnya Ramadan berubah saat serangan Israel diluncurkan tepat beberapa hari sebelum Ramadan tiba. Sabtu 4 Mei 2019, serangan udara Israel ke Gaza menghancurkan bangunan. Setidaknya sebanyak 300 apartemen dilaporkan hancur. Selain itu, tercatat 28 orang meninggal dunia, sedangkan lebih kurang 200 orang mengalami cedera.

BACA JUGA: Hampir Seribu Anak Yaman di Distrik Hamdan Sakit Kronis

Hasan menuturkan, serangan itu melukai kebahagiaan menjelang Ramadan, bahkan hingga Ramadan berlangsung seperti sekarang ini. Blokade Israel semakin ketat pascaserangan, membuat berbagai kebutuhan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri nanti sulit didapat.

Berdasarkan penuturan Hasan, serangan Israel berlangsung saat rumahnya penuh dengan anak-anak. Mereka berkumpul karena menjelang Ramadan. Akan tetapi tak lama serangan itu datang dan menghancurkan rumah. Beruntung anak-anak bisa segera dievakuasi. "Serangan pertama menyasar permukiman sedangkan yang kedua mengenai mobil-mobil di jalan," tutur Hasan.

Kini, blokade yang dilakukan Israel sejak 2007 silam semakin ketat. Perbatasan darat dijaga, udara dan wilayah perairan Gaza semakin terdesak dengan adanya kendaraan perang Israel yang kian mendekat.

Walau kondisi yang tak bersahabat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak hari pertama Ramadan lalu hingga akhir nanti akan terus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Palestina. Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengatakan, selama Ramadan akan ada paket makanan siap santap yang dibagikan setiap sahur dan berbuka puasa.

BACA JUGA: Warga Palestina Harapkan Bantuan Indonesia Bebaskan Negaranya

Sajian menu sarat gizi seperti roti yang menjadi makanan pokok di Gaza, serta makanan pendamping lain seperti buah, keju, dan susu. Sebanyak 500 paket makanan siap santap dibagikan tiap sahur dan berbuka. Masyarakat prasejahtera dan lansia menjadi target utama. "Paket ini akan diberikan selama Ramadan," kata Faradiba, Jumat 9 Mei 2019.

Hari pertama Ramadan, tim ACT yang berada di Gaza ikut dalam suasan sahur di salah satu keluarga yang tinggal di Negeri Syam itu. Kehangatan terasa walau kegelapan membalut persiapan puasa pagi itu. Tak ada listrik yang mengalir, membuat gelap menjadi hal wajar di Gaza.

Selain listrik yang tak selalu ada, air juga kini telah dinyatakan tercemar dan tak layak minum. Tingkat pengangguran yang tinggi juga menjadi penambah permasalahan. Diperkirakan lebih dari setengah penduduk Gaza tak memiliki pekerjaan dan berada di bawah garis kemiskinan.

Baca Juga

loading...