KPK Geledah Ruang Kepala Kanwil Kemenag Jatim

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 20 Maret 2019 - 06:20

JATIMNET.COM, Sidoarjo - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah ruang kerja Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin, Selasa 19 Maret 2019. Penggeledahan di lantai dua kantor ini berlangsung sekitar lima jam.

Informasi yang dihimpun Jatimnet.com, petugas KPK tiba di kantor yang berada di kawasan Juanda, Kabupaten Sidoarjo ini pada pukul 14.02. Beberapa petugas komisi anti rasuah ini kemudian masuk ke dalam ruang Kepala Kanwil Kemenag Jatim untuk mencari beberapa berkas yang dibutuhkan.

Sekitar lima jam menggeledah ruang Haris, petugas KPK kemudian keluar pukul 18.39 WIB. Seorang penyidik nampak membawa koper berukuran sedang berwarna biru, saat turun dari lantai dua kantor tersebut. Koper tersebut langsung dimasukkan ke salah satu dari tiga mobil Toyota Innova berwarna hitam.

BACA JUGA: KPK Bawa Dua Koper dari Penggeledehan di Kemenag 

Dua orang polisi bersenjata lengkap mengawal petugas KPK. Tidak diperoleh keterangan dari petugas terkait penggeledahan itu. Saat ditanya isi koper biru yang dibawa, salah satu penyidik malah berkelakar kepada awak media. "Kurang tahu, sego kotak paling," jawab salah seorang penyidik, disambut gelak tawa para jurnalis.

Seperti diberitakan, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Rommy) ditangkap KPK di Hotel Bumi Surabaya bersama Kepala Kanwil Kemenang Jatim, Haris Hasanuddin, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

BACA JUGA: Pegawai Kanwil Kemenag Jatim Rasakan Dampak Psikologis

Penangkapan ini diduga terkait suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag RI. Rommy, sapaan Romahurmuziy diduga menerima suap. Sedangkanm dua pejabat Kemenag diduga sebagai pemberi suap.

Total uang yang diamankan tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur, Jumat 15 Maret 2019 berjumlah Rp 156.758.000.

Sebelumnya, KPK menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya transaksi korupsi dan kemudian berdasarkan bukti bukti awal melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan hingga melakukan kegiatan tangkap tangan itu.

Baca Juga

loading...