Komedian Volodymyr Zelensky Pimpin Perolehan Pilpres Ukraina

Nani Mashita

Reporter

Nani Mashita

Senin, 1 April 2019 - 11:07

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemilihan presiden di Ukraina memunculkan hasil yang mengejutkan. Menurut hasil exit pol dari tiga lembaga survei menempatkan komedian Volodymyr Zelensky memimpin perolehan suara pilpres putaran pertama.

Berdasarkan hasil exit pol menunjukkan Zelensky memuncaki putaram pertama Pilpres Ukraina dengan 30,4 persen suara. Adapun calon petahana Petro Poroshenko berada di posisi kedua dengan 17,8 persen disusul mantan PM Yulia Tymoshenko yang tereliminasi dengan 14,2 prsen suara.

“Ini langkah pertama menuju kemenangan besar,” kata pria berusia 41 tahun itu kepada para pendukungnya di markas kampanyenya beberapa menit setelah jajak pendapat keluar, seperti dilansir dari AFP.com, Senin 1 April 2019.

BACA JUGA: Penyidik AS Tak Temukan Konspirasi Rusia dalam Pilpres 2016

Zelensky tidak punya rekam jejak sebagai politisi maupun sebagai calon presiden. Satu-satunya pengalaman di bidang politik adalah perannya sebagai presiden dalam sebuah acara televisi. Tetapi dia memanfaatkan kejenuhan masyarakat Ukraina dengan korupsi dan suap. Zelensky menjajikan Ukraina bebas korupsi dan suap.

Jika aktor tersebut memenangkan putaran kedua pada April nanti, dia akan mengambil kendali dari negara berpenduduk 45 juta orang, yang saat ini sedang memerangi separatis dukungan Rusia, di wilayah timur negara itu.

Zelensky belum menguraikan apa yang akan dilakukan dalam kekuasaannya nanti. Namun salah satu slogan kampanyenya adalah ‘Tidak ada Janji. Tidak ada Permintaan Maaf’. Meskipun ada kekhawatiran tentang platform kerjanya yang tidak jelas, para pendukung bersikeras hanya wajah baru yang dapat membersihkan politik keruh.

BACA JUGA: Jegal Trump, Lima Perempuan Demokrat Maju di Pilpres AS

Beberapa menuduh Zelensky bertindak sebagai kedok untuk kepentingan oligarki Igor Kolomoysky, yang memiliki saluran yang menyiarkan acara entertain. Tetapi ia menyangkal adanya hubungan politik.

Aktor ini telah menghindari aksi unjuk rasa dan wawancara karena sibuk syuting.  Komedi politiknya Servant of the People kembali untuk seri ketiga minggu ini.

Kubu petahana, Petro Poroshenko mengatakan hasil ini memberinya pelajaran keras secara pribadi dan bagi otoritas secara keseluruhan. Menurutnya, tidak ada euforia karena berhasil maju ke putaran kedua dan fokus memperbaiki kesalahan putaran pertama.

Salah satu orang terkaya di Ukraina ini berkuasa pada tahun 2014, setelah menggulingkan pemerintahan yang pro-Rusia dalam sebuah revolusi.  Pemberontakan rakyat diikuti oleh aneksasi Krimea oleh Rusia dan konflik separatis di Ukraina timur.

Baca Juga

loading...