KLHK Dirikan Pusat Daur Ulang Sampah Kota Malang

David Priyasidharta

Jumat, 5 April 2019 - 09:38

JATIMNET.COM, Malang - Kementerian Lingkungan Hidup mendirikan Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah Kota Malang. Ini dilakukan dalam rangka pengembangan program infrastruktur hijau.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengatakan fasilitas daur ulang pengolahan sampah yang dimiliki PDU Kota Malang tergolong skala menengah dengan kapasitas pengolahan 10 ton per hari.

"Selain itu, terdapat juga fasilitas pengomposan dengan kapasitas mencapai 10-30 ton per hari," kata Vivien saat meresmikan Pusat Daur Ulang Sampah Kota Malang, Kamis 4 April 2019.

BACA JUGA: Begini Saran Ecoton soal Penanganan Sampah Plastik

Melalui PDU ini, transportasi sampah ke tempat pemrosesan akhir mampu ditingkatkan efektivitasnya. Vivien menerangkan, pembangunan PDU merupakan wujud intervensi KLHK agar pengelolaan sampah di pemerintah daerah semakin baik.

Selain dihadiri sejumlah pejabat Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK, peresmian PDU Kota Malang juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisyam serta Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Vivien berharap dengan PDU ini, Kota Malang semakin bersih dan sejahtera.

“Sampah menjadi bernilai bila dikelola dengan bijak serta melibatkan semua elemen masyarakat. Pada jaman dahulu, sampah hanya dikumpul, diangkut, lalu dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang akhirnya menumpuk dan berbahaya terhadap lingkungan," katanya.

Namun kini, komunitas masyarakat peduli sampah terus tumbuh berkembang di berbagai kota dan mampu memanfaatkan sampah melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) sehingga memperoleh manfaat ekonomi sirkular.

BACA JUGA: Parade Bunga Sisakan 41 Ton Sampah

Vivien menjelaskan, rata-rata produksi sampah per kapita Indonesia di tahun 2016 sebesar 0,7 kg atau 175.000 ton per hari. Artinya, dalam satu tahun masyarakat Indonesia memproduksi sampah sebanyak 64 juta ton.

Dari angka tersebut, komposisi sampah plastik pada tahun 2016 mencapai 16 persen.

“Penggunaan tas belanja ramah lingkungan maupun tumbler/botol minum yang dapat digunakan berulang kali mampu berkontribusi dalam pengurangan sampah plastik. Kini komposisi sampah plastik turun menjadi 15 persen atau berkurang sebanyak 630.000 ton per tahun. Artinya, Indonesia mampu mengurangi sampah plastiknya,” tegas Vivien.

 

Baca Juga

loading...