Logo

Khofifah Sebut Lulusan SMK Makin Kompetitif di Dunia Kerja

Reporter:,Editor:

Jumat, 05 June 2026 06:00 UTC

Khofifah Sebut Lulusan SMK Makin Kompetitif di Dunia Kerja

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memantau langsung TKA yang digelar di SMA Negeri 6 Surabaya. Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Indar Parawansa menyebut keberhasilan menurunkan angka pengangguran di Jawa Timur merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari sekolah vokasi, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, dunia industri, hingga perguruan tinggi.

Menurut Khofifah, sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti link and match antara dunia pendidikan dan industri, pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, hingga perluasan akses penempatan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

“Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada 2026 sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus serta pelatihan (LKP) mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Khofifah menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa lulusan SMK dan lembaga pelatihan kerja di Jawa Timur semakin kompetitif serta mampu bersaing di pasar kerja global.

Selain angka pengangguran yang terus menurun, kualitas pasar kerja di Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat meningkat menjadi 74,78 persen atau naik 0,53 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 24,25 juta orang atau bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Angka tersebut turun dibandingkan Februari 2025 yang berada di level 3,61 persen dan lebih rendah daripada rata-rata nasional sebesar 4,68 persen.

Dalam lima tahun terakhir, tren penurunan pengangguran di Jawa Timur juga berlangsung konsisten. TPT yang pada Februari 2021 masih berada di angka 5,17 persen, berhasil ditekan menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

Khofifah mengatakan, salah satu faktor penting yang mendorong penurunan angka pengangguran adalah semakin kuatnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Kondisi itu terlihat dari meningkatnya penyerapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” kata Khofifah.

Data BPS mencatat TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari 5,87 persen pada Februari 2025. Dengan capaian tersebut, lulusan SMK tidak lagi menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jatim.

Menurut Khofifah, capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa berbagai program peningkatan kompetensi dan penyiapan tenaga kerja yang dijalankan Pemprov Jatim mulai memberikan hasil nyata dalam memperkuat daya saing tenaga kerja daerah.