Logo

Kejurprov Anggar Jatim 2026 Diikuti Ratusan Atlet, Surabaya Bidik Juara Umum Porprov 2027

Patok target 10 medali emas
Reporter:,Editor:

Kamis, 05 November 2026 12:18 UTC

Kejurprov Anggar Jatim 2026 Diikuti Ratusan Atlet, Surabaya Bidik Juara Umum Porprov 2027

Kejurprov Anggar Jatim 2026 mulai digelar di Surabaya, Kamis, 5 November 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak ratusan atlet dari berbagai daerah mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Anggar Jawa Timur 2026 di Surabaya, 5–8 November 2026. Kejuaraan ini menjadi ajang mengukur hasil pembinaan sekaligus menjaring atlet potensial untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Surabaya sekaligus Ketua Pelaksana Kejurprov, Rusli Ali Kurniawan, menyebut sekitar 284 atlet dari 23 kabupaten/kota ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme daerah dalam mengembangkan olahraga anggar.

"Alhamdulillah rekomendasi dari Pengprov sudah turun. Kami berupaya menjalankan amanah untuk menyelenggarakan Kejurprov di Surabaya. Ini menjadi tantangan tersendiri karena sudah beberapa tahun Surabaya tidak menjadi tuan rumah," katanya, Kamis, 5 November 2026.

Rusli menjelaskan, Kejurprov tidak sekadar menjadi arena pertandingan. Pengkot IKASI Surabaya juga memanfaatkan kejuaraan ini untuk menyeleksi atlet yang akan memperkuat tim daerah dalam kompetisi mendatang, terutama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Ia mengatakan, KONI Surabaya memasang target agar tim anggar Kota Pahlawan mampu merebut gelar juara umum Porprov 2027 dengan raihan minimal 10 medali emas. Untuk memenuhi sasaran tersebut, pembinaan atlet perlu berjalan konsisten dan didukung kompetisi secara berjenjang.

"Target Surabaya pada Porprov 2027 minimal juara umum. Ada target bisa mencapai 10 emas. Kami optimistis bisa, tetapi harus didukung regulasi dan kejuaraan-kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional," ujarnya.

Rusli menambahkan, Surabaya selama ini rutin menggelar sekitar empat kejuaraan setiap tahun. Agenda tersebut meliputi kompetisi antarpelajar, Piala Wali Kota, Surabaya Open, dan Piala KONI.

Menurut dia, rangkaian kompetisi itu memberi kesempatan kepada atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus mempertemukan para atlet dari berbagai klub. Pengkot IKASI Surabaya juga dapat memantau perkembangan mereka sebagai bahan menentukan atlet terbaik untuk memperkuat tim daerah.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) IKASI Jawa Timur Agung Setiawan menyebut jumlah peserta Kejurprov 2026 meningkat sekitar 20 persen dibandingkan penyelenggaraan 2024. Saat itu, kejuaraan diikuti 244 atlet, sedangkan tahun ini jumlahnya diperkirakan mencapai 288 peserta.

Agung berharap Kejurprov dapat menghasilkan atlet-atlet terbaik yang berpeluang tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Pengprov IKASI Jatim berencana mengusulkan empat atlet terbaik atau atlet yang telah mencapai babak semifinal untuk mengikuti kompetisi tersebut.

"Harapannya, dari hasil Kejurprov ini empat atlet terbaik atau yang sudah masuk semifinal dapat kami usulkan untuk mengikuti Kejurnas. Informasi sementara, Kejurnas akan berlangsung di Jakarta pada 2 sampai 9 Desember 2026," katanya.

Ia memperkirakan Jawa Timur berpeluang mengirimkan sekitar 24 atlet apabila tampil dengan kekuatan penuh pada Kejurnas. Atlet yang mampu menembus empat besar dalam kompetisi nasional tersebut juga berpeluang masuk proyeksi tim Jawa Timur untuk menghadapi babak kualifikasi atau prapengprov 2027.

"Atlet yang mampu menembus empat besar pada kejuaraan nasional nantinya juga diproyeksikan untuk memperkuat Jawa Timur pada babak kualifikasi atau prapengprov 2027," ungkapnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Kejurprov juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Herry Purwadi. Ia mengatakan Pemerintah Kota Surabaya mendukung kegiatan olahraga sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi atlet.

Menurut Herry, kejuaraan tingkat provinsi menjadi sarana untuk mengevaluasi hasil pembinaan. Melalui kompetisi tersebut, pelatih dan pengurus dapat mengukur kemampuan atlet sebelum mereka bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.

"Melalui kejuaraan seperti ini, kita bisa mengukur tingkat keberhasilan dan prestasi masing-masing atlet. Dari situ dapat diketahui apakah mereka sudah layak naik kelas dari tingkat daerah menuju nasional bahkan internasional," katanya.

Herry menambahkan, Pemkot Surabaya terus membenahi fasilitas olahraga untuk menunjang kegiatan kompetisi. Perbaikan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan apabila Surabaya mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pertandingan Porprov mendatang.

Pembenahan mencakup fasilitas pendingin ruangan, toilet, transportasi, hingga ruang istirahat bagi atlet. Pemerintah kota berharap kesiapan sarana dan prasarana dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga.

"Pemkot Surabaya mendukung perkembangan olahraga," jelasnya.