JATIMNET.COM, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim telah menerima pelimpahan berkas dua muncikari kasus prostitusi daring, TN dan ES dari penyidik Polda Jatim. Kejaksaan akan meneliti berkas dua tersangka ini sebelum menentukan sikap.

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengatakan berkas dua muncikari itu diterima Kamis 7 Februari 2019 kemarin. "Sudah kami terima berkasnya dan masih diteliti lagi," jelasnya, Jumat 8 Februari 2019.

Menurut Sunarta, jaksa memerlukan waktu tujuh hari untuk menentukan berkas kasus tersebut lengkap atau tidak. "Jika memang sudah sempurna kami akan menunggu pelimpahan tahap kedua yakni berikut tersangka dan barang bukti," ucapnya.

BACA JUGA: Dicatut Dalam Kasus Prostitusi Daring, Mulia Lestari Sambangi Polda

Penyidik Polda Jatim baru melimpahkan berkas muncikari TN dan ES saja. Sementara berkas dua muncikari lainnya, yakni W dan F masih ada di tangan penyidik.  

Sedangkan untuk tersangka lainnya, yakni Vanessa Angel, Kejati Jatim baru menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). "Masih SPDP-nya saja untuk Vanessa Angel. Berkasnya belum," beber Sunarta.

Sunarta mengatakan ada empat berkas terpisah dalam kasus prostitusi daring ini termasuk yang menjerat tersangka VA. "Semuanya terpisah, dan masih ada dua berkas yang baru masuk ke Kejaksaan," katanya.

BACA JUGA: Vanessa Diperiksa Kenakan Baju Tahanan Polda

Kasus ini bermula pada penggerebekan tim Polda Jatim di sebuah hotel di Surabaya lantaran adanya dugaan praktik prostitusi daring. Saat itu polisi menangkap Vanessa sedang bersama seorang lelaki untuk memberikan jasa prostitusi pada 5 Januari 2019.

Polisi juga telah menangkap empat muncikari yang menjadi operator VA, dan kini statusnya sudah menjadi tersangka. Polisi juga terus mengembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan 46 artis dan 100 model. Mereka merupakan binaan dua muncikari Tentri dan Endang, yang juga telah berstatus tersangka.

Perkembangan terbaru, polisi telah memeriksa rekening koran dari salah satu muncikari yakni Endang Sutantri. Hasilnya, transaksi yang mereka lakukan sejak priode 1 Januari 2018 hingga 5 Januari 2019 mencapai Rp 2,8 miliar.