Rabu, 07 October 2026 12:30 UTC

Pelaksanaan Webinar Lentera Mapan Seri 14 yang membahas tentang kasus ISPA di Kota Kediri oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri, Selasa, 6 Oktober 2026. Foto: kedirikota.go.id
JATIMNET.COM, Kediri – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Kediri meningkat dari 643 kasus pada minggu ke-31 menjadi 1.514 kasus pada minggu ke-38. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi penyebaran influenza tipe A di lingkungan sekolah.
Kepala Bagian Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Kediri, Erwanto, mengatakan kenaikan tersebut terpantau melalui laporan puskesmas dan rumah sakit. Meski meningkat, jumlah kasus itu masih relatif normal jika dibandingkan dengan kejadian pada periode yang sama pada 2025.
“Dari laporan tersebut, kami bisa melihat rekap kasus mulai minggu ke-31 sampai minggu ke-38 dan memang ada peningkatan,” ujarnya dalam Webinar Lentera Mapan Seri 14, Selasa (6/10/2026).
Erwanto menjelaskan, Dinkes Kota Kediri telah menindaklanjuti surat edaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus influenza tipe A. Koordinasi dilakukan bersama rumah sakit dan puskesmas melalui Sistem Kewaspadaan Dini (SKD).
Dinkes juga menerbitkan surat edaran kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Kediri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA di lingkungan sekolah. Langkah ini diperlukan karena sekolah menjadi tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi menjadi lokasi penularan penyakit.
“Kami meminta bantuan guru dan orang tua untuk ikut memantau. Apabila terdapat kasus di sekolah, diharapkan bisa segera diinformasikan kepada puskesmas atau Dinas Kesehatan sehingga dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sementara itu, dokter konsultan Sobat Dokter Kota Kediri, dr. Enrico Kuswahyuliawan, menjelaskan ISPA merupakan kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Influenza tipe A menjadi salah satu penyakit yang termasuk dalam kelompok tersebut.
“ISPA itu merupakan suatu kelompok penyakit, bukan hanya satu penyakit. Sedangkan influenza tipe A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menjadi salah satu bagian dari ISPA,” terangnya.
Gejala yang umum muncul meliputi demam di atas 37,5 derajat Celsius, batuk, pilek, hidung tersumbat, pusing, meriang, serta nyeri otot dan sendi. Namun, gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda.
Enrico mengingatkan, infeksi virus dapat membaik dengan sendirinya pada orang dengan kondisi kekebalan tubuh yang baik. Meski demikian, penyakit dapat berkembang lebih berat pada kelompok rentan, seperti anak usia sangat muda, lanjut usia, orang dengan gangguan kekebalan tubuh, penderita penyakit kronis, dan orang dengan penyakit paru-paru seperti asma.
Masyarakat yang sering beraktivitas di tempat umum juga perlu memperhatikan risiko paparan akibat interaksi dengan banyak orang.
Melalui Webinar Lentera Mapan Seri 14 bertema “Influenza dan ISPA: Kenali, Waspadai, Lindungi Kesehatan Bersama”, Pemkot Kediri mengedukasi masyarakat mengenai gejala, kelompok rentan, dan pencegahan penyakit saluran pernapasan.
Erwanto mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pemantauan gejala di lingkungan keluarga dan sekolah juga diperlukan agar kasus yang ditemukan dapat segera dilaporkan kepada petugas kesehatan. (ad)
