Kapolri Minta Petugas Bersenjata Kawal Operasi Ketupat di Ngawi

Hal itu untuk melindungi keamanan anggota pelaksana operasi Ketupat 2019.
Nd. Nugroho

Sabtu, 1 Juni 2019 - 15:59

JATIMNET.COM, Ngawi – Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan di rest area jalan tol ruas Solo-Ngawi KM 575 A, di wilayah Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu 1 Juni 2019.

Dalam kegiatan itu Tito mengimbau para personel yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, menerapkan body system.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi teror di pos pengamanan Operasi Ketupat 2019.

“Anggota diminta didampingi oleh petugas yang berseragam dinas dan bersenjata. Baik dari Polri atau TNI,” kata dia kepada sejumlah wartawan.

BACA JUGA: Ngawi Jadi Jalur Mudik Utama, Polisi Lakukan Ini

Menurut dia, body system sengaja diterapkan untuk menjaga keamanan para personel gabungan lintas institusi, saat menjaga arus mudik dan balik Lebaran.

Sebab, berdasarkan pengalaman arus mudik tahun lalu, ada polisi yang ditembak terduga teroris saat melakukan pengamanan.

“Kemungkinan aksi terorisme juga perlu diwaspadai,” ujar Tito.

Alasan lainnya, karena tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap sejumlah tersangka teroris belum lama ini.

BACA JUGA: Rest Area Tol Bakal Disulap Lebih Instagramable

Penangkapan dilakukan di beberapa daerah, seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta. Sejumlah bom juga diamankan dari tersangka.

“Masih ada anggota-anggota mereka (tersangka teroris) yang mungkin direkrut baru. Maka, kami tidak mau mengambil risiko saat pengamanan (arus mudik dan balik Lebaran) karena mereka (jaringan teroris) menganggap Ramadan sebagai bulan Amaliyah,” Kapolri menjelaskan.

Tito optimistis dengan penerapan body system efektif untuk melindungi aparat yang menjalankan tugas pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Pada momentum yang disebut Operasi Ketupat 2019, sebanyak 162 ribu personel dilibatkan.

BACA JUGA: Dua Pengendara Motor Tewas Tertabrak Bus di Ngawi

Personel itu berasal dari Polri, TNI, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan di daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan di daerah, anggota Pramuka,serta organisasi masyarakat dan kepemudaan.

Baca Juga

loading...