Logo

Jombang Miliki Yoni Gambar Terbesar di Indonesia dari Era Majapahit

Reporter:,Editor:

Rabu, 28 October 2026 11:13 UTC

Jombang Miliki Yoni Gambar Terbesar di Indonesia dari Era Majapahit

Yoni Gambar di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Foto: Karin/Jatimnet

JATIMNET.COM, Jombang – Yoni terbesar di Indonesia ternyata berada di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Yoni tersebut merupakan Yoni Gambar yang beradal dari era Majapahit.

Peneliti dari anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Nona Nur Madina mengatakan, bahwa Yoni Gambar merupakan salah satu media peribadatan dalam agama Hindu.

Yoni ini berpasangan dengan Lingga. Di mana yoni mewakili unsur feminin, dan Lingga mewakili unsur maskulin.

"Yang kita dapati di Yoni Gambar ini tinggal yoninya saja. Lingganya sudah tidak ada lagi. Sementara yang kita tahu, Yoni Gambar ini adalah yoni terbesar di Indonesia," katanya.

Nona menjelaskan, pada umumnya yoni di India berbentuk bundar, dan di Indonesia biasanya berbentuk kotak. Namun Yoni Gambar di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno ini berbentuk segi delapan.

BACA: Pemkab Jombang Bidik Sendang Made Jadi Cagar Budaya 

"Sementara ini ada tiga yoni yang terkenal dengan lekuk segi delapan. Yoni Gambar, Yoni Lebak Jabung sekarang ada di Museum Majapahit, dan yoni yang diduga sebagai Yoni Badas, Sumobito, sekarang di Museum Nasional," jelasnya.

Perempuan yang sedang mengejar gelar Doktor Ilmu Humaniora di Universitas Airlangga ini menerangkan, Yoni Gambar yang berasal dari masa Majapahit bisa dilihat dari ornamennya.

"Ornamen yang paling kelihatan adalah motif Tumpal yang terpahat di ceratnya. Motif Tumpal ini adalah motif khas Majapahit," terangnya.

Menurut Nona, karena motif Tumpal hanya didapati di candi-candi masa Majapahit saja, tidak didapati di candi-candi klasik tua seperti Candi Prambanan. Dan ini khas masa Majapahit. Yoni dari masa Majapahit cenderung lebih raya dengan pahatan detail yang semarak.

"Sedangkan yoni yang dari masa klasik tua, cenderung polos, minim ragam hias," ujarnya.

Nona membeberkan, berdasarkan hasil penelitian arkeolog Nurhadi Rangkuti, empat Yoni Naga Raja merupakan tapal batas Kotaraja Majapahit. Yakni Yoni Gambar Mojowarno, Yoni Badas, Sumobito, lalu Yoni Lebak Jabung, dan Yoni Klinterejo.

BACA: Tari Sodoran Puncaki Hari Raya Karo, Tradisi Sakral Suku Tengger Terus Terjaga 

"Empat yoni itu jadi tapal batas. Diduga di tengahnya ada Kotaraja Majapahit. Bagaimanapun sementara ini belum ada penelitian tandingan, sehingga kita masih bisa menggunakan penelitian Pak Nurhadi Rangkuti, dan bangganya Jombang punya bagian besar di dalamnya," bebernya.

Bahkan, lanjut Nona, penelitian ini jadi pertimbangan dalam penetapan Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan (KCBN Trowulan). Dengan begitu, wilayah Kotaraja Majapahit berada di wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang saat ini.

"Memang demikian adanya. Bisa lebih kecil bisa juga lebih luas, semua masih sangat mungkin. Masih dinanti bukti tambahan baru yang mungkin mendukung atau bahkan mematahkan penelitian sebelumnya," pungkasnya.